30 Desember 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Berapa biaya kembang api tahun baru?

Berapa biaya kembang api tahun baru kali ini? jutaan rupiah. uang yang sebetulnya kalau dikumpulkan bisa membuat bahagian ribuan jiwa.

berikut biaya penyelenggaraan pesta tahun baru di berbagai pojok indonesia.

1. Taman Impian Jaya Ancol, dana yang dikeluarkan untuk kembang api 200 juta.
2. Monas. biaya yang dikeluarkan 50 - 100 juta

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

lebih baik buat sekolah

ini hasil obrol-obrol dengan penduduk di desa Ciambar kecamatan Ciambar Sukabumi, yang pada hari sabtu kemarin (30 Des 2007) kami kunjungi dalam rangka penjajagan pemanfaatan tanah wakaf untuk pesantren Al Qur'an Babussalam.

tanah wakaf yang dimiliki, adalah wakaf dari Bpk Azizi Abbas seluas 2,8 ha. diwakafkan pada tahun 2005. rencana awal tanah wakaf ini akan dijual dan kemudian hasil penjualan tanah tersebut akan dibelikan tanah untuk pengembangan lahan pesantren babussalam di Bandung.

ide ini sebetulnya terus bergulir hingga pergantian pengurus baru. oleh pengurus baru, kemudian diendapkan dan ide mengerucut setelah survey hari sabtu itu. bahwa Pesantren Al Qur'an Babussalam akan mendirikan SMK di tempat ini.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bojongkokosan Tak Tercatat


Upaya Pengenalan Terus Diusahakan Tanpa Henti

Sukabumi, Kompas - Pencegatan konvoi Tentara Sekutu dari Jakarta menuju Bandung di Desa Bojong- kokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada 9 Desember 1945 belum dicatatkan dalam sejarah nasional Indonesia. Padahal, peristiwa itu layak disejajarkan dengan peristiwa 10 November di Surabaya.

Pencegatan konvoi di Bojongkokosan itu juga diyakini sebagai peristiwa pembuka Bandung Lautan Api 24 Maret 1946. Pengelola Museum Palagan Bojongkokosan, Sudrajat menuturkan, peristiwa Bojongkokosan terjadi setelah pejuang yang terdiri dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan laskar rakyat menerima informasi dari Bogor bahwa pasukan Sekutu akan melakukan konvoi dari Jakarta menuju Bandung.

Sebelumnya, pasukan Sekutu sudah mendarat di Kalijati, Subang menggunakan pesawat. Konvoi pasukan itu untuk menambah kekuatan Sekutu di Bandung.

Selain itu, mereka juga bertugas mengambil tawanan Jepang yang sudah dalam pengawasan TKR. Ini menyebabkan gelombang perlawanan terhadap Sekutu terajadi di seluruh Pulau Jawa.

Menurut informasi yang diterima pejuang Indonesia, hanya ada dua truk pasukan Sekutu yang akan melalui jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur- Bandung.

Kenyataannya, ada sekitar 100 pasukan yang beriringan dengan dikawal kendaraan lapis baja dan senjata modern. Pada pukul 15.00 pasukan Sekutu tiba di jalan yang berada di antara dua tebing di Bojongkokosan.

Kendaraan pengawal terjebak lubang yang sudah disiapkan oleh pejuang. Tembak-menembak pun terjadi hingga pukul 17.00. Pasukan Sekutu berhasil melanjutkan perjalanan ke Sukabumi. Namun, perlawanan terhadap mereka masih terus terjadi di sepanjang jalan. Hari berikutnya, pasukan udara Sekutu membombardir Cibadak, tempat antara Bojongkokosan dan Sukabumi. Dalam pertempuran Bojongkokosan hingga pengeboman Cibadak, 73 pejuang dan rakyat Indonesia tewas. Sementara itu, 50 tentara Sekutu tewas, 100 tentara luka, dan 30 lainnya hilang.

Salah satu perwira Sekutu wilayah Jawa Barat yang namanya hingga kini belum diketahui juga tewas dalam pertempuran itu. Ini

yang membuat peristiwa Bojongkokosan menjadi perhatian media internasional waktu itu.

Kendati demikian, ujar Sudrajat, peristiwa yang mengawali Bandung Lautan Api itu hingga kini belum dicatatkan dalam sejarah nasional yang diajarkan di sekolah-sekolah selain di Sukabumi. Di Jawa Barat, peristiwa Bojongkokosan 9 Desember ditetapkan sebagai Hari Juang Siliwangi sejak tahun 2004. Abdurachman, Kepala Seksi Museum dan Kepurbakalaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi mengatakan, sejak bergulirnya otonomi daerah, sudah dilakukan upaya-upaya untuk mendorong peristiwa Bojongkokosan bisa dicatat sebagai salah satu peristiwa sejarah nasional.

Saat ini, sudah tak ada alasan lagi pencegatan konvoi pasukan Sekutu di Bojongkokosan itu ditutup-tutupi. Sudah selayaknya semangat perjuangan yang sudah ditunjukkan oleh masyarakat Jawa Barat diakui dalam sejarah nasional. (d03)

dari kompas

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pertempuran di Bojong Kokosan

Sabtu kemarin, 30 Des 2007. saya pergi ke sukabumi buat melihat tanah wakaf yang entah mau dijadikan apa. dalam perjalanan saya mencoba melihat dalam peta sejarah perjuangan indonesia. seingat saya dulu di daerah suka bumi ada pertempuran heroik yang disebut sebut lebih hebat dari pertempuran 10 nov di surabaya. tempatnya di Bojong Kokosan. saya kutipkan dari beberpa situs. untuk lebih lengkapnya silahkan menuju link aslinya.

PERJUANGAN RAKYAT SUKABUMI
Sukabumi merupakan daerah perkebunan yang menguntungkan dan dapat dijadikan
sebagai benteng pertahanan yang baik bagi Belanda/NICA. Oleh karena itu,
para pejuang Sukabumi berusaha mempertahankan Sukabumi dengan sekuat tenaga
agar tidak jatuh ke tangan Belanda. Komandan Resimen III, Letkol Edi Sukardi
memberikan instruksi untuk berdislokasi pasukan, yaitu batalyon yang
berkedudukan di kota Sukabumi dipindahkan ke luar kota atas dasar strategis
dan teknis pertempuran.

Pertempuran pertama antara tentara Sekutu dengan para pejuang Sukabumi
terjadi di daerah Gekbrong. Pertempuran terjadi karena adanya serangan para
pejuang Sukabumi terhadap konvoi Sekutu/NICA yang menuju Bandung. Akibat
serangan itu, tentara Sekutu dan NICA kembali datang ke Sukabumi dengan
konvoi besar sebanyak kurang lebih 100 truk(Badan Pengelola Monumen Pa-lagan
Perjuangan 1945, 1986: 15).

TKR dan laskar rakyat yang mengetahui akan kedatangan tentara Sekutu,
berkumpul di daerah Gekbrong sekitar 10.000 orang. Pada pukul satu siang di
daerah Pancuran Luhur (tidak jauh dari Gekbrong) terjadi pertempuran sengit
antara pejuang Sukabumi melawan tentara Sekutu. Pertempuran berlangsung
sampai pukul 17.00 sore. Akibat perbedaan senjata menyebabkan para pejuang
Sukabumi tidak dapat menahan serangan Sekutu. Untuk meng-hindari korban yang
lebih banyak, TRI dan laskar rakyat mundur dan membiarkan tentara Sekutu
me-lanjutkan perjalanan ke arah Bogor(wawancara dengan Mohtar K, tanggal 12
Juni 1997).

Pertempuran terus merembet ke daerah lain. Pada tanggal 2 Desember 1945
mulai terjadi pertempuran di daerah Bojong Kokosan. Pada tanggal 9 Desember
1945, para pejuang Sukabumi melakukan penghadangan terhadap konvoi tentara
Sekutu sehingga terjadi pertempuran yang dasyat. Pertempuran ini dikenal
sebagai Peristiwa Bojong Kokosan, yang menimbulkan korban yang banyak
dikedua belah pihak.

Peristiwa di atas terjadi, berawal dari adanya berita yang diterima para
pejuang Sukabumi di Pos Cigombong, bahwa tentara Sekutu sedang menuju
Sukabumi. Mendengar berita tersebut, Kompi III yang dipimpin Kapten Murad
dan kepala seksi I dan seksi II serta laskar rakyat Sukabumi berusaha
menduduki tempat pertahanan di pinggir (tebing) utara dan selatan Jalan
Bojong Kokosan.

Barisan TKR yang ikut terlibat dalam peristiwa Bojong Kokosan diperkuat 165
orang yang bersenjata senapan Ediston/ Hamburg, Bou-man/Double Loap, Pistol
Parabelm, granat tangan, dan senjata tajam (golok, tombak, dan bambu
run-cing) serta senjata buatan sendiri berupa botol berisi bensin yang
di-sumbat karet mentah yang disebut "krembing" (granat pembakar). Sedangkan
laskar rakyat didukung oleh Barisan Banteng pimpinan Haji Toha, Hisbullah
pimpinan Haji Akbar, dan Pesindo. Barisan laskar rakyat bersenjatakan
Kara-ben Jepang, pistol, dan bom molotov(Badan Pengelola Monumen: 20).

Sekitar pukul 15.00, konvoi tentara Sekutu datang. Konvoi di-dahului dengan
tank, panser wagon, 100 truk berisi pasukan Gurkha dan pembekalan, serta
dilindungi 3 pesawat terbang pemburu. Pada saat mendekati Bojong Kokosan
konvoi berhenti karena terhalang barikade yang dibuat para pejuang Sukabumi.
Adanya barikade ter-sebut membuat tentara Sekutu terlihat panik dan
bersiaga. Pada saat itulah, Kapten Murad, komandan kompi III memberi isyarat
dengan tembakan dua kali, sebagai tanda mulai penyerangan. Terjadilah
pertempuran sengit. Para pejuang segera melemparkan granat tangan, granat
krembing, dan tembakan. Serangan ini mengakibatkan korban jatuh di pihak
tentara Sekutu(wawancara dengan M. Sholeh Shafei, tanggal 12 Juni 1997).

Dalam situasi kacau, koman-dan tentara Sekutu berhasil meng-konsolidasi
pasukannya dan mengetahui lakasi pertahanan para pejuang Sukabumi. Tentara
Sekutu segera menembaki kubu-kubu pertahanan para pejuang dengan senjata
berat dari tank dan panser. Tanah tebing yang dijadikan kubu pertahanan
jebol dan longsor sehingga beberapa pejuang yang berada di kubu pertahanan
terjatuh ke jalan raya yang berada di bawahnya. Para pejuang yang jatuh
tersebut menjadi sasaran empuk senjata tentara Sekutu.

Dalam situasi yang tegang, tiba-tiba sebuah panser kecil berhenti di depan
salah satu kubub pertahanan. Panser tersebut berpenumpang dua orang. Salah
seorang memakai baret hitam dan seorang lagi memakai ubel-ubel yang
diperkirakan sebagai pim-pinan pasukan. Salah seorang penumpang keluar dari
kendaraan dan melihat sekelilingnya. Dia mengira situasi telah aman dan
dengan santai mengisap rokok cangklong sambil tertawa-tawa.

Tentara TRI yang berada di tebing mendapat perintah dari komandan seksi II
agar menembak tentara Sekutu yang memakai baret hitam. Tembakan mengenai
sasaran dengan tepat. Melihat temannya tertembak, tentara Sekutu yang berada
di dalam mobil berusaha menolong. Pada saat mereka turun dari mobil
diberondong oleh tembakan tentara TKR dan laskar rakyat.

Adanya kejadian tersebut, tentara Sekutu meningkatkan ke-waspadaan. Mereka
melakukan gerakan melambung dari samping dan belakang untuk mengurung dan
menyergap tentara TKR. Dengan demikian, kedudukan TKR menjadi terjepit dan
panik karena kehabisan peluru. Pada saat yang kritis, tiba-tiba turun hujan
lebat disertai kabut. Suasana menjadi gelap sehingga para pejuang berhasil
meloloskan diri dari kepungan tentara Sekutu. TKR seksi II yang dipimpin
Letnan Muda D. Kusnadi mundur ke arah Parungkuda. TKR seksi I yang dipimpin
Letda Mustar mundur ke arah perkampungan Bojong Kokosan atau sebelah utara
(sekitar 300 meter) dari medan pertempuran(Badan Pengelola Monumen: 22).

TKR yang bergerak mundur secara diam-diam diikuti oleh ten-tara Sekutu.
Tentara Sekutu naik ke atas bukit dan menembakkan mortir ke bekas pertahanan
TKR. Tembakan tersebut salah sasaran, bukannya mengenai para pejuang
melainkan mengenai tentara Sekutu sendiri. Korban pun jatuh di pihak tentara
Sekutu.

Pada saat hujan reda dan cuaca kembali cerah, terdengar bunyi peluit dari
tentara Sekutut sebagai tanda pertempuran telah selesai. Pada saat itu, sisa
tentara Sekutu yang ada segera naik ke kendaraan sambil membawa
rekan-rekannya yang telah menjadi korban. Tentara Sekutu meninggalkan
Bojong-kokosan menuju Sukabumi dan sepanjang perjalanan mereka me-nembakkan
senjata secara membabi buta(wawancara dengan M. Mohtar, tanggal 12 Juni
1997).

Setelah pertempuran di Bojong Kokosan berakhir, maka satu regu TKR memeriksa
bekas pertempuran. Setelah diperiksa ternyata TKR telah kehilangan 73 orang,
yaitu 28 orang gugur (pasukan yang menempati tebing bagian bawah pinggir
jalan seperti Suban dan Aceng), dan 45 orang gugur di sepanjang jalan Bojong
Kokosan. Tentara Sekutu yang gugur diperkirakan sebanyak 50 orang(Sumber:
Museum Bojong Kokosan).

Adanya tembakan tentara Sekutu yang dilakukan dalam gerakan menuju Sukabumi
dibalas oleh para pejuang Indonesia. Pertempuran terus berkobar sepanjang
jalur Bojong Kokosan sampai perbatasan Cianjur, seperti di Ungkrak,
Selakopi, Cikukulu, Situawi, Ciseureuh sampai Degung; dan Ngaweng, Cimahpar
di Pasekon Sukaraja sampai Gekbrong. Serangan terhadap tentara Sekutu
mendapat bantuan rakyat yang ada di sekitar daerah tersebut(Rusman Wijaya,
1996: 67).

Pada saat tentara Sekutu tiba di Sukabumi, Komandan tentara Sekutu segera
mengajak berunding para pemimpin TKR dan pe-merintah setempat, yaitu Letkol
Edi Sukardi (Komandan Resimen III), Bupati dan Walikota Sukabumi, dan Dr Abu
Hanifah. Tentara Sekutu minta dilakukan gencatan senjata. TKR dan pemerintah
setempat menyetujui usul tersebut dan menginstruksikan penghentian tembak
menembak. Pada kenyataannya, tentara Sekutu sendiri yang bertindak cu-rang
dengan tidak mentaati ke-sepakatan gencatan senjata. Pada tanggal 10
Desember 1945, tentara Sekutu membombandir kota Cibadak sebagai balas
dendam. Mereka dendam atas kekalahan pada pertempuran di Bojong Kokosan.
Pertempuran terjadi lagi di Cikukulu. TKR dan laskar rakyat pimpinan Kapten
Juhanda dari kelompok Komando Batalyon I yang terdiri atas Mayor Yahya
Bahran Rangkuti, Kapten Muktar Kosasih dan Letnan Yusuf Juharsa, yang akan
mengadakan pengecekan ke Bojong Kokosan tertahan di Cikukulu. Pertempuran
pun me-letus lagi. Pertempuran terus merembet ke daerah Situawi Ciseureu
Karangtengah. TKR dipimpin Letnan Gowi Brata dengan senjata yang digunakan
adalah granat (buatan pabrik mesiu Braat) dan senjata krembing. Dalam
per-tempuran ini, TKR berhasil merebut sebuah truk berisi senjata dan
perbekalan. Pertempuran berlanjut sampai di Gedung Cipelang (sekitar
Talang).

link

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Dipaksa masuk surga

Penegakan peraturan di kalangan santri saat kini tentu berbeda dengan jamannya bapak dan ibu saya. santri sekarang selalu mempertanyakan urgensi dari setiap peraturan dan tata tertib yang dibuat murabbi. dengan demikian murabbi juga harus punya kecerdasan untuk menjelaskan urgensi dari peraturan yang akan dijalankan.

Peraturan yang sering mendapat kritikan dan pertanyaan tidak puas adalah absen shalat. "Kang" demikian mereka memanggil saya. "kenapa sih shalat aja mesti diabsen? kan yang namanya ibadah harus ikhlas dan tidak ada paksaan?" demikian biasanya para santri bertanya.

Tentu saja mereka betul, tapi untuk tujuan pendidikan, Rasulpun mengijinkan anak yang diatas 7 tahun untuk dipukul. lha ini cuma diabsen masak sih ndak boleh. tujuannya kan agar mereka terbiasa datang ke mesjid. dan itu hanya salah satu cara dari sekian cara saja.

untuk menjawab itu saya biasanya bertanya lagi. "kalau kamu lebih suka tinggal di surga atawa neraka?" "surga lah kang, siapa juga yang mau tinggal di neraka" jawab mereka. "nah, absen itu adalah jalan kalian ke surga" saya tanya lagi "Coba pilih, mending masuk surga dengan terpaksa atau masuk neraka dengan ikhlas?" ya tentu saja saya akan pilih masuk surga, tapi terpaksa? ada nggak ya?

26 Desember 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mars SKM

Mars SKM

Kita pelajar dan remaja Muhammadiyah
serentaklah maju ke muka
dengan semangat sebagai kesatria berjuanglah dengan gembira,
Hiduplah SKM!!
Majulah SKM!!
Langsunglah dan mendidik puteranya,
Mempersatukan jiwa, bersiaplah, bersedia, menggapai cita-cita
berjuang di lingkungan
SKM
mempertahankan nama
SKM
Agama Islam, Nusa dan Bangsa!!

link : http://profiles.friendster.com/47553974

22 Desember 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Earth pics which show the name of prophet Mohammed SAAW written in UHUD mountain.

21 Desember 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Albabul Robert

ketika saya kelas IV Mu'allimin, ada seorang pembina bernama Pa' Jamhuri (alm), berbadan besar, rambut keriting mirip Ahmad Albar, kulit coklat terbakar. teman-teman menjulukinya Pa Robert. mungkin karena penampilannya yang mirip orang ambon. beliau sangat tahu kalau dijuluki seperti itu. tapi beliau tida pernah marah atau menolak sebutan itu. ngapain juga pikirnya (mungkin) sibuk dengan hal-hal seperti itu. di kelas IV beliau mengajar bahasa Arab. saat itu buku yang dipake masih berupa foto copian, yang harus dibeli siswa secara paket.

Suatu hari ketika pelajaran berlangsung, beliau menyuruh Mujiono, kawan dari situbondo, membaca bab keempat (Al Babul Robi'). dalam suasana yang serius, dengan lantang Si Muji membaca "Al Babul Robert!!!". kontan teman-teman tertawa terpingkal-pingkal.
Pak Jamhuri Sendiri hanya tersenyum-senyum mendengarnya.
(mohon doakan beliau)

19 Desember 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pesantren Al Qur'an Babussalam

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Sudah saatnya mengorbankan hawa nafsu

Khutbah Iedul Adha 1428 H
Di mesjid Al Hikmah
Jl. Sampang Antapani Bandung

Sidang ied yang berbahagia

Iedul adha atau iedul qurban tahun ini bertepatan dengan sedang terpuruknya bangsa ini ke dalam jurang kehancuran. Kalaulah setiap komponen bangsa ini enggan membuka sanubarinya maka bangsa ini akan hancur berantakan, terpecah-belah berkeping-keping. Kita menyaksikan telah tumbuh rasa tak tahu malu dalam diri para pemimpin bangsa, nafsu serakah, tama’ dan rakus kepada kekuasaan telah menutupi kelemahan dan ketidak mampuannya mengelola dan mengurus bangsa ini.

Iedul Haj saat ini sangat tepat sekali karena kita dapat memperoleh hikmah dari hari raya terbesar ini.

Hikmah yang dapat kita peroleh ialah : Bahwa cita-cita yang luhur dan tinggi tidak akan dapat diperoleh tanpa pengorbanan, baik pengorbanan materi terlebih pengorbanan non materi.

Lihat, perhatikan dan pelajari pengorbanan Nabi Ibrahim as, pengorbanan Siti Hajar, dan juga pengorbanan Ismail as, tiga tokoh sejarah ini erat hubungannya dengan haji. Tiga pendekar kemanusiaan ini erat hubungannya dengan iedul adhha.

Cita-cita luhur mereka, kemuliaan yang mereka harapkan, kesejahteraan yang mereka cita-citakan tidak muncul begitu saja, seperti membalikkan telapak tangan, tetapi membutuhkan kesungguhan perjuangan dan jihad fi sabilillah, berjuang pada jalan Allah, pada rel yang diridhoi oleh Allah swt. Allah berfirman :

Dan orang-orang yang berjihad pada jalan Kami niscaya Kami akan memberinya petunjuk jalan menuju kerelaan Kami dan Allah bersama orang-orang yang Muhsin” (qs. 29:69)

Hikmah kedua yang bisa kita petik bahwa iedul adha sebenarnya adalah upaya membunuh nafsu hewani manusia, Sehingga setelah berkorban mereka korbankan juga nafsu hewaninya dan mereka keluar sebagai manusia bukan sebagai binatang. Oleh karena itu jika setelah hari raya ini masih ada manusia berjiwa hewan maka tandanya dia belum mendapatkan hikmah ied ini. Jika kita masih senang membunuh satu sama lain, tandanya kita belum berani mengorbankan nafsu hewani kita, dan kita masih akan terpuruk pada kehancuran demi kehancuran.

Allahu akbar 2x Walillahil hamd

Sidang ied yang berbahagia,

Kita mungkin sudah pernah mendengar sabda Rasulullah saw. tentang rumah yang tidak dimasuki malaikat, Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)" [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah]

Ada berbagai penafsiran terhadap hadits ini, pertama saya akan mengungkapkan penafsiran para fuqaha, para ahli hukum fikih.

Ibnu Hajar berkata : "Ungkapan malaikat tidak akan memasuki...." menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)". Tetapi, pendapat lain mengatakan : "Kecuali malaikat penjaga, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya.

Sementara itu, yang dimaksud dengan ungkapan rumah pada hadits di atas adalah tempat tinggal seseorang, baik berupa rumah, gubuk, tenda, dan sejenisnya. Sedangkan ungkapan anjing pada hadits tersebut mencakup semua jenis anjing. Imam Qurthubi berkata : "Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebabnya malaikat rahmat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing. Sebagian ulama mengatakan karena anjing itu najis, yang lain mengatakan bahwa ada anjing yang diserupai oleh setan, sedangkan yang lainnya mengatakan karena di tubuh anjing menempel najis.”

Lalu apa yang dimaksud dengan patung? Para ulamapun berbeda pendapat. Ulama Saudi, misalnya yang mengharamkan segala jenis patung yang memiliki nyawa secara mutlak, termasuk boneka-boneka binatang yang mungkin saja banyak terdapat di rumah-rumah kita.

Sementara ulama lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan patung itu bukan sembarang patung, tapi patung yang dijadikan sesembahan oleh manusia. Tapi kalau tidak dijadikan sembahan, maka tidak menjadi penyebab keengganan malaikat masuk ke satu rumah.

Allahu akbar 2x Walillahil hamd

Sidang ied yang berbahagia,

Mari kita lihat penafsiran para Ulama tashawuf, mereka menafsirkan hadits ini dengan penafsiran yang berbeda,

Mereka mengatakan bahwa riwayat ini merupakan symbol-simbol yang merujuk kepada satu hakikat tertentu. Oleh karena itu meraka mengatakan bahwa malaikat malaikat merupakan perwujudan cahaya Ilahi. Kita tahu kalau manusia diciptakan dari tanah, iblis diciptakan dari api, maka malaikat diciptakan dari cahaya.

Lalu apa yang dimaksud dengan rumah, mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan rumah itu, bukanlah rumah dalam artian bangunan fisik, berpintu, berjendela mempunyai atap dsb. Tapi yang dimaksud dengan rumah ini sebetulnya menunjuk kepada hati manusia, Rasullah bersabda “Hati seorang mukmin adalah Rumah Allah” riwayat lain menyebutkan bahwa “hati seorang mukmin adalah ‘arsy Allah”

Kemudian, anjing merujuk kepada sifat-sifat yang najis, Allah berfirman

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir”. (Al A’raf : 176)

Terakhir, yang dimaksud dengan patung adalah symbol penghambaan terhadap selain Allah. Allah berfirman,

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan) nya. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?" (Al Abiya : 51-52)

Artinya segala sesuatu yang menyelewengkan kita dari Allah, berpotensi menjadi berhala-berhala. Kalau dulu berhala selalu berwujud patung, maka berhala saat ini bisa berwujud apa saja, mungkin anak, mungkin istri, mungkin rumah, mungkin harta, mungkin pekerjaan.

Lihat betapa seringnya kita melupakan Allah dan bersembunyi dalam kata-kata sibuk, letih lelah dan sebagaiya

Hadirin Jamaah ied yang berbahagia

Dengan demikian ayat ini, berdasar penafsiran para urafa bahwa cahaya Allah tidak akan masuk ke dalam hati yang digambarkan dengan rumah, selama dalam rumah tersebut ada sifat-sifat yang najis dan pemberhalaan terhadap selain Allah.

Allahu akbar 2x Walillahil hamd

Sidang ied yang berbahagia,

Sekarang kita bersimpuh di sini, sudah siapkah kita mengorbankan anjing-anjing yang ada dalam diri kita, menghancurkan berhala-berhala nafsu yang memenuhi hati kita ?

Inilah saat terbaik kita mengikuti jejak Ibrahim as, dengan menyembelih sifat-sifat hewani kita dan menghancurkan berhala-berhala yang ada dalam hati kita. sehingga cahaya ilahi bisa menelusup dalam relung nurani kita. tanpa semua usaha itu, maka cahaya Allah tidak akan pernah bisa masuk ke dalam hati kita. yang akibatnya hati kita gelap, kelam dan keras.

Ketika hati kita keras dan kelam, tidak akan ada kebahagiaan sejati, tidak aka nada silaturahim sejati, tidak aka nada kurban sejati. Jika sifat sifat ini tidak kita sembelih sekarang, maka hewan-hewan yang hari ini akan kita persembahkan kepada Allah menjadi sia-sia.

Rasulullah bersaba “Sesungguhnya Allah tidak menerima daging dan darahnya, akan tetapi Allah menerima ketakwaan hambanya” oleh karena itu marilah kita korbankan sifat-sifat hewani kita, seperti Ibrahim mengorbankan Ismail.

Marilah kita runtuhkan segala berhala yang kita bangun sendiri, seperti Ibrahim menghacurkan berhala-berhala Namrud.


DOA

Kami datang berlutut keharibaan-Mu memohon kepada-Mu melalui rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu melalui kekuasaan-Mu yang memudahkan segala sesuatu melalui Asma-Mu yang memenuhi segala sesuatu, melalui cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu.

Ya Nur Fauqa Nur, Ya Awwalal Awwalin, Wa Yaa Akhiral Aakhirin ! ampunilah dosa dosa kami yang meruntuhkan “ishlah” penjagaan-Mu, ampunilah dosa dosa kami yang mendatangkan bencana, ampunilah dosa dan kesalahan kami yang merusak karunia, ampunilah dosa dan kesalahan kami yang menahan terijabah nya do’a kami.

Ya Allah ! Tidak kami dapatkan pengampunan dosa kami, penutup kejelekan kami, pengganti kejelekan dengan kebaikan melainkan Egnkau ya Allah, betapa dunia telah melengahkan kami, pangkat dan jabatan telah memalingkan kami dari mengingat dan mentaati-Mu, keluarga dan anak telah melalaikan kami dari ajaran-Mu

Ya Allah ! Kami telah banyak menganiaya diri kami, kami sadar, betapa waktu menyita kami dalam kesibukan, sehingga lalai dari memahami ajaran-Mu, sempit waktu menelaah Al Qur’an , anak anak kami, aktif belajar silat tapi lupa mempelajari shalat.

Ya Allah, betapa dunia memperdayakan kami, dan kami terperdaya ulahnya, karena kelalaian kami.

Ya Ghaffar,Ya Sattar, Ya Rahman !

Jangan Engkau siksa kami, karena kejelekan kami, karena kelalaian kami, karena kebodohan kami, karena nafsu kami.

Ya Allah, terimalah pengakuan kami, rahmatilah kami, kasihanilah kami.

Ya Allah, pancangkan keesaan-Mu dalam hati kami, sehingga kami dapat tenggelam dalam makrifat kepada-Mu, dan ikatkan jantung kami dalam cinta kepada-Mu dan Cinta-Mu’’

Ya Allah, Tuhan Kami, Pelindung kami

Apakah Engkau akan melemparkan ke neraka wajah wajah yang tunduk dan rebah karena keagungan-Mu?

Apakah Engkau akan menyiksa lidah-lidah yang yang dengan tulus mengucapkan keesaan-Mu?

Apakah Engkau akan menghinakan orang yang senantiasa mensyukuri nikmat-Mu? Dan kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui uluhiah-Mu? Hati nurani yang padat dengan ilmu tentang Engkau sehingga bergetarkan ketakutan?

Ya Allah Engkaulah Ghaffar

Ya Allah Engkaulah Rahim

Ya Allah Engkaulah Rahman

Ya hayyu, Ya qayyumu, Birahmatika nasta gitsu


15 Desember 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Harry Poter dan Relikui kematian

Harry Potter dan Relikui Kematian (Inggris: Harry Potter and the Deathly Hallows) adalah buku ketujuh dan terakhir dari seri novel Harry Potter oleh J. K. Rowling.

Versi terjemahan dalam bahasa Indonesia ini akan diterbitkan dalam versi hardcover dan softcover, masing-masing pada 13 dan 26 Januari 2008.[1] Sebelumnya, versi bahasa Inggris Deathly Hallows, diluncurkan secara serentak di seluruh dunia di 93 negara[2], pada tanggal 21 Juli 2007, satu menit setelah tengah malam (00:01), British Summer Time.

Judul buku ini diumumkan pada 21 Desember 2006 melalui situs web Rowling, dan dikonfirmasikan tak lama kemudian oleh penerbitnya.[3] Rowling menyatakan bahwa seri terakhir ini berkaitan erat dengan buku sebelumnya, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, yang menurutnya "hampir seperti dua bagian dari satu novel".[4] Rowling meninggalkan sebuah pernyataan yang ditandatangani, tertulis di sebuah patung dada pualam di Hotel Balmoral, Edinburgh, yang menyatakan;

"JK Rowling telah selesai menulis Harry Potter and the Deathly Hallows di ruangan ini (652) pada 11 Januari 2007."[5]

Dalam situsnya pada 6 Februari 2007, Rowling menyatakan

"Walaupun saya menyukai setiap buku Potter sebelumnya, 'Deathly Hallows' adalah favorit saya, dan ini adalah sebuah cara yang sangat menyenangkan untuk menyelesaikan serial ini."[6]

Buku ini mendapat predikat best-seller di Amazon dan Barnes and Noble hanya beberapa jam setelah tanggal peluncurannya diumumkan.[7]


Link
1. Harry at Wiki
2. Diskusi HarPot
3. Diskusi HarPot Lagi
4. Donlot Harry Potter The Deathly Hallow
catatan : saya tidak bertanggung jawab atas isi file yang didonlot dari link.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

blogmobil3

____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Paling susah menegakan peraturan pada saudara sendiri

Peraturan dan keadilan harus ditegakan secara mutlak dan merata tanpa memandang siapapun. teorinya sih begitu, dalam kenyataan, untuk mencapai penerapan peraturan dan keadilan yang mutlak hingga 100 % sangat sulit diwujudkan.
banyak sebab bisa kita sebutkan, mulai dari adanya kepentingan pribadi, hutang jasa, keinginan terselubung hingga ewuh pakewuh.

Lihat saja pada tahun 66-an, Mahasiswa minta Soekarno diadili, Soekarno pun minta dirinya diadili. Sebagaimana yang ditulis Kartono Muhammad, "Mahasiswa menuntut agar Bung Karno diadili dengan dua motivasi: agar jelas apakah benar Bung Karno berperan dalam G30S atau agar dihukum karena telah membawa Indonesia ke kehancuran ekonomi dan makin dekat ke komunis."

"Bung Karno sendiri minta diadili. Mungkin agar bisa mengungkapkan bahwa beliau tidak bersalah dan agar jelas bagi rakyat apa yang sebenarnya terjadi. Pak Harto tidak bersedia mengadili Bung Karno dengan motivasi: segan karena prinsip mikul dhuwur mendhem jero, atau tidak mau membiarkan Bung Karno membakar rakyat sehingga sikap rakyat berbalik mendukung beliau, atau mungkin menghindari terungkapnya peristiwa yang terjadi." Semua bertitik pangkal pada kata "adil", tetapi dengan kepentingan berbeda-beda." kata Kartono.

Pada zaman Abu Bakar, Khalid bin Walid yang diperintahkan untuk "mengembalikan" orang yang tidak mau membayar zakat, membunuh kepala kabilahnya, yaitu Malik bin Nuwairah, dan pada malam harinya meniduri istri Malik. tentu saja dengan dalih apapun perilaku ini (meniduri wanita yang dalam masa 'iddah) tidak akan memiliki dukungan dalil dan pembenaran. karena nash Al Qur'an jelas mengatakan bahwa iddah seorang wanita yang ditinggal mati adalah 4 bulan 10 hari (Al Baqarah : 234)

Para sahabat saat itu mengatakan bahwa Khalid harus dihukum karena telah melanggar aturan Al Qur'an yang jelas dan tidak memberi ruang ijtihad. tapi Abu Bakar tidak menghukum Khalid, bahkan mengatakan bahwa Khalid telah berijtihad walaupun ijtihadnya salah. saya tidak ingin mereka-reka apa sebenarnya yang terjadi pada saat itu sehingga hukum yang jelas dan harus ditegakan tidak bisa ditegakan. ada kepentingan apa? yang jelas hukum yang sudah baku dan disepakati tidak dilaksanakan.

Ah, tinggalkan berkas-berkas sejarah itu. kembali pada permasalahan saya dalam mengelola Yayasan dan pesantren Babussalam. seperti judul yang saya berikan, permasalahannya sudah sangat jelas, bahwa untuk menegakan disiplin dan peraturan yang sudah disepakati, ternyata dalam penerapannya sangat sulit diterapkan pada saudara sendiri.

misalnya saja, setiap rabu kami mengadakan pembinaan dan pengajian rutin. dilaksanakan bada shalat zuhur. kepada guru-guru dan karyawan, saya mudah memberikan teguran pada karyawan yang tidak hadir pada saat itu. dan mereka (di depan saya) akan menerima teguran itu. tapi saudara? sangat susah. walaupun ditegur dia akan memberikan berbagai alasan dan dalih. itu yang paling ringan. Biasanya kalaut tidak terima dengan teguran atau sangsi dia akan mengadakan perlawanan atau penentangan. tentu saja ini tidak enak.

ini masih lebih bagus, dibandingkan jika sudah "diriungkeun" dalam pertemuan keluarga. sudah pasti akan terjadi perang argumentasi dan klaim kebenaran.

hal seperti ini sering menyeret pikiran saya pada Rasulullah yang mengatakan "jika Fatimah anak kesayanganku mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya" inilah puncak keadilan di mana tidak ada lagi sekat saudara, tetangga atau apapun.


    Blogger news

    Blogroll

    About