19 Maret 2008

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Yang paling mempesona imannya


siapa yang paling mempesona imannya bagi Rasulullah? ikutilah puisi yang digubah dari sebuah hadits oleh ustad Jalaluddin Rakhmat (semoga beliau selalu bisa menjaga kesehatannya) dalam bukunya Rindu Rasul.

dini hari di madinah al munawwarah
kusaksikan para sahabat berkumpul di masjidmu

angin sahara membekukan kulitku
gigiku gemeretak
kakiku berguncang

tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka
engkau datang, ya rasulallaah

kupandang dikau :
assalamu alaikum ayyuhan nabi wa rahmatullah

kudengar salam bersahut-sahutan
kau tersenyum ya rasul Allah
wajahmu bersinar

angin sahara berubah menjadi hangat
cahayamu menyelusup seluruh dagin dan darahku

dini hari Madinah berubah menjadi siang yang cerah
kudengar engkau berkata :
adakah air pada kalian ?

kutengok cepat ghirbahku
para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong

tidak ada setetes air pun Ya Rasul Allah
kusesali diriku
mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu

duhai betapa bahagianya jika kubasahi wajah dan tanganmu
dengan percikan-percikan air dari ghirbahku

kudengar suaramu lirih
bawakan wadah yang basah

aku ingin meloncat mempersembahkan ghirbahku
tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu

kau ambil ghirbah kosong
kau celupkan jari-jarimu

subhanallah, kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu
kami berdesak-desakan, berebut berwudhu
dari pancuran sucimu

betapa sejuk air itu, ya Rasul Allah
betapa harum air itu, ya Rasul Allah
betapa lezat air itu, ya Habib Allah
kulihat Ibnu Mas'ud mereguk sepuas-puasnya

qad qaamatish shalah
qad qaamatish shalah

duhai bahagianya shalat di belakangmu
ayat-ayat suci mengalir dari suaramu
melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku

usai shalat kau pandang kami
masih dengan senyum yang sejuk itu
cahayamu ya Rasul Allah, tak mungkin kulupakan

ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudra dirimu
ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu

kudengar suara lirih :
ayyul khalqi a'jabu ilaikum imanan?
siapa makhluk yang imannya paling mempesona?

malaikat ya Rasul Allah
bagaimana malaikat tak beriman,
bukankah mereka berada di samping Tuhan?

Para nabi ya Rasul Allah
bagaimana nabi tak beriman,
bukankah kepada mereka turun wahyu Tuhan?

kami para sahabatmu
bagaimana kalian tak beriman
bukankah aku di tengah tengah kalian
telah kalian saksikan apa yang kalian saksikan

kalau begitu siapakah mereka ya Rasul Allah?
langit Madinah bening
bumi Madinah hening

kami termangu
siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona?

kutahan napasku, kuhentikan detak jantungku
kudengar sabdamu

yang paling mempesona imannya
mereka yang tiba setelah aku tiada
yang membenarkanku
tanpa melihatku

bukankah kami ini saudaramu juga ya Rasul Allah?
kalian sahabat-sahabatku

saudaraku adalah mereka yang tidak pernah berjumpa denganku
mereka beriman pada yang ghaib
mendirikan shalat
menginfakan sebagian rezeki yang kami beriman kepada mereka

kami terpaku
langit Madinah bening
bumi Madinah hening

kudengar lagi engkau berkata
alangkah bahagianya aku menemui mereka

suaramu parau,
butir-butir air matamu tergenang

Kau rindukan mereka, ya Rasul Allah
kau dambakan pertemuan dengan mereka ya Nabi Allah

assalamu'alaika ayyuhan nabi
warahmatullahi wabarakatuhu

16 Maret 2008

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Ayat-ayat Kampanye

di indonesia (dan mungkin di beberapa negara tertentu) slogan-slogan kampanye menjadi sesuatu yang sakral. sakral dalam artian kita harus hati hati mengeluarkan kata-kata itu dan. tiba-tiba saja kata-kata biasa berubah menjadi memiliki nuansa politis tertentu.

masa pemilihan presiden dulu, SBY JK mengusung jargon 'bersama kita bisa'. di amrik sana Obama membuat jargon Obamacan dll.

di Jawa Barat kata-kata seperti DA'I, AMAN dan HADE dijadikan jurus jualan para calon gubernur dan menjadi kata-kata yang harus hati-hati mengucapkannya, karena sudah dimasuki muatan politis, kepentingan golongan dan janji-janji.

seorang Kapolres yang datang ke rumah, misalnya, ketika ditanya bagaimana keadaan ciburial. jawaban umum yang sering terdengan biasanya adalah 'aman dan terkendali'. Pak Kapolres segera menambahkan "ah, pak saya mah bukan pendukung salah satu calon. (he he, siapa juga yang nanya ya)

bukan hanya pak kapolres, hal itu juga menimpa saya. dalam acara tabligh akbar maulid Nabi saw dan milad Pesantren Babussalam yang hari dilaksanakan hari ahad kemarin (16-03-08), saya dikritik oleh pendukung salah satu calon, karena mengungkapkan ayat yang katanya mendukung calon lainnya (dalam hal ini Agum dan Nukman - AMAN). Dia bilang ayat-ayat kampanye (mungkin dia juga terinspirasi oleh film AAC). harusnya, kata dia, saya mencari ayat lain yang lebih netral dan tidak mendukung salah satu calon.

saat itu saya memang hendak mengingatkan pak Nukman sebagai calon wakil gubernur yang maju bersama Agum, bahwa salah satu tugas pemimpin sebagaimana yang diungkapkan dalam surat al quraiys adalah bisa memberi makan rakyatnya dan memberikan rasa aman dari ketakutan. ini yang disebut teman saya tadi sebagai ayat-ayat kampanye

12 Maret 2008

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SKM, PPMMM dan IRM

Taman Pendidikan Putri-putri Islam di Jogjakarta.

mendidik, mengajar, .....jadi penganjur Islam..

..........dan sebagainya..

Maaf aku hanya hafal segitu. Karena aku tidak pernah merasakan "hangatnya" senyum tarbiyah di "taman itu". Tapi aku selalu hikmad menyimak mars saudari kita itu. Terutama yang sedang menyanyikannya. Damai. Semoga masih tetap berkumandang mars itu. Di taman itu. Taman yang pastinya banyak meninggalkan jejak kenangan.

Tidak seperti Kampus Hijau. Muallimin kita. Teriakan gagah : "Dengan semangat sebagai kesatria, berjuanglah dengan gembira..Hiduplah SKM..Hiduplah SKM...Hiduplah SKM..(maaf aku terpaksa menangis menyanyikannya). Aku baru sadar, semangat penuh pearcaya diri itu telah sirna. Dalam diri kita. Dalam diri kader Muhamadiyah itu.

Ada semacam kehilangan ruh dalam sistem pengkaderan di penyemai kader Muhammadiyah milik kita. Kampus tercinta kita. Ketika hati dilunturkan oleh bibir yang pandai berkicau. Setitik pesona yang mesti kita jaga telah terenggut. Oleh kita sendiri. Mars SKM sudah tidak lagi berkumandang.

Sejak Sinar Kaum Muhammadiyah tidak lagi berperan dalam sistem pengkaderan sekolah kadernya Muhammadiyah dan para anak panah Muhamadiyah pun menjadi semakin tumpul. Terlalu berlebihan memang jika aku mengatakan begitu. Tapi, sejujurnya, di lembaga itu (SKM) aku memperoleh arti kemandirian, kepercayaan diri dan belajar kepemimpinan yang demokratis.

Aku masih teringat, ketika kak Manar Mas Muhammadiyah adu argumen untuk mempertahankan SKM. Tidak ada yang mampu mematahkan logikanya saat itu. Pak Irud, Kang Jamal (mantan ketua PP IPM itu), hingga pentolan IPM (kala itu) pun mengakui: "Ada sesuatu yang tidak bisa disentuh tangan IPM di Muallimin untuk Muhammadiyah," kata Mas Irud kala itu.

Sistem pengkaderan SKM, sebenarnya, merupakan "miniatur" sistem pengkaderan Muhamadiyah secara makro. Artinya, para anggota Sinar Kaum Muhammadiyah dijamin mampu menjalankan amanat persyarikatan, tanpa disibukkan persoalan "Struktural". Padahal masuknya, IRM ke Muallimin hanya sekadar "menyibukkan" para calon kader Muhammadiyah untuk meraih jabatan struktural. "Kita harus realistis. Kalian semua, harus aktif dan masuk dalam jalur struktural Muhammadiyah dan pintunya hanya Ikatan Remaja Muhammadiyah," kata Ustad Hamdan kala itu.

Dan setelah berjalan, IRM merupakan wadah pengkaderan di Muallimin, banyak siswa Muallimin yang tidak tercover di IRM. Belakangan, itu menjadi persoalan sendiri bagi perkembangan kader. Setelah bermetamorfosa dan menjadi kupu-kupu yang bebas terbang, para kader itu hilang kepercayaan dirinya. Gegap "Dengan Semangat Sebagai Kestria..Berjuanglah Dengan Gembira.." kini telah hilang dari diri para kader. Oleh kita sendiri. Di rumah kita sendiri. Di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Ah, aku terlalu bernostalgia...

Nurochman Arrazie

Mantan Ulama Setempat

Pelantun Setia Mars SKM.

(judul di atas bukan judul aslinya)

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Dana Masih Kurang 450 Juta, Gedung Baru Muallimin Mulai Digunakan

Yogyakarta- Prof. Dr. A. Syafii Maarif sebagai Ketua Panitia Pembangunan mengharapkan agar Mu’allimin terus mencetak kader-kader bangsa, dan bersih dari kepentingan politik apapun yang hanya akan merusak proses pendidikan yang ada. Demikian dinyatakan penasehat PP Muhammadiyah yang juga alumni sekolah kader Muhammadiyah tersebut dalam acara soft opening gedung baru, Ahad (9/03/2008) di halaman kampus madrasah. Pada kesempatan tersebut beliau menyerahkan secara simbolik kunci gedung baru kepada Direktur Mu’allimin Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag.

Setelah sambutan dan penyerahan kunci secara simbolis, acara dilanjutkan dengan pengajian dan penggalangan dana oleh Ustadz Sunardi Syahuri. Pengajian yang berlangsung kurang lebih 1 jam itu mampu mengumpulkan dana untuk mengisi gedung baru sebesar Rp. 249.650.000,00 dengan perincian : Uang tunai Rp. 32.950.000,00 ; kesanggupan dana Rp. 72.200.000,00 ; dan kesanggupan meja kursi sebanyak 7 kelas ditambah 9 stel meja kursi senilai Rp. 144.500.000,00. Keberhasilan menghimpun dana tersebut tidak terlepas sikap amanah dan kejujuran yang diperlihatkan panitia dipimpin oleh Prof. A. Syafii Maarif sejak memulai pembangunan gedung madrasah kebanggaan Muhammadiyah tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh segenap alumni berbagai angkatan yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya dan juga orang tua wali serta tokoh masyarakat.

Acara softlaunching ini dimeriahkan juga oleh grup band Mu’allimin Voice dengan lagu andalannya “Untukmu Mu’allimin”. Para alumni dan hadirin sangat menikmati dan takjub dengan penambilan band tersebut. Setelah selesai acara, para alumni berkeliling sekolah melihat-lihat bekas tempat tinggalnya dulu sewaktu masih sekolah di madrasah ini, sebagai nostalgia dan pengingat peran yang harus diambannya dalam kehidupan sebagai Kader dan Anak Panah Muhammadiyah. (arif)


Bagi para alumni dan demawan sekalia, panitia masih kekurangan biaya 450 juta dari kebutuhan 700 juta. Panitia menerima sumbangan zakat, infak dan shodaqoh dari seluruh elemen.

Rekening Panitia:

Rekening panitia pembangunan:
BNI 46 Trikora No. 010 886 2178 a.n. Prof. Dr. A. Syafii Maarif


Amika wardana/www.muhammadiyah.or.id

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Dana Masih Kurang 450 Juta, Gedung Baru Muallimin Mulai Digunakan

Yogyakarta- Prof. Dr. A. Syafii Maarif sebagai Ketua Panitia Pembangunan mengharapkan agar Mu’allimin terus mencetak kader-kader bangsa, dan bersih dari kepentingan politik apapun yang hanya akan merusak proses pendidikan yang ada. Demikian dinyatakan penasehat PP Muhammadiyah yang juga alumni sekolah kader Muhammadiyah tersebut dalam acara soft opening gedung baru, Ahad (9/03/2008) di halaman kampus madrasah. Pada kesempatan tersebut beliau menyerahkan secara simbolik kunci gedung baru kepada Direktur Mu’allimin Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag.

Setelah sambutan dan penyerahan kunci secara simbolis, acara dilanjutkan dengan pengajian dan penggalangan dana oleh Ustadz Sunardi Syahuri. Pengajian yang berlangsung kurang lebih 1 jam itu mampu mengumpulkan dana untuk mengisi gedung baru sebesar Rp. 249.650.000,00 dengan perincian : Uang tunai Rp. 32.950.000,00 ; kesanggupan dana Rp. 72.200.000,00 ; dan kesanggupan meja kursi sebanyak 7 kelas ditambah 9 stel meja kursi senilai Rp. 144.500.000,00. Keberhasilan menghimpun dana tersebut tidak terlepas sikap amanah dan kejujuran yang diperlihatkan panitia dipimpin oleh Prof. A. Syafii Maarif sejak memulai pembangunan gedung madrasah kebanggaan Muhammadiyah tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh segenap alumni berbagai angkatan yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya dan juga orang tua wali serta tokoh masyarakat.

Acara softlaunching ini dimeriahkan juga oleh grup band Mu’allimin Voice dengan lagu andalannya “Untukmu Mu’allimin”. Para alumni dan hadirin sangat menikmati dan takjub dengan penambilan band tersebut. Setelah selesai acara, para alumni berkeliling sekolah melihat-lihat bekas tempat tinggalnya dulu sewaktu masih sekolah di madrasah ini, sebagai nostalgia dan pengingat peran yang harus diambannya dalam kehidupan sebagai Kader dan Anak Panah Muhammadiyah. (arif)


Bagi para alumni dan demawan sekalia, panitia masih kekurangan biaya 450 juta dari kebutuhan 700 juta. Panitia menerima sumbangan zakat, infak dan shodaqoh dari seluruh elemen.

Rekening Panitia:

Rekening panitia pembangunan:
BNI 46 Trikora No. 010 886 2178 a.n. Prof. Dr. A. Syafii Maarif

Amika wardana/www.muhammadiyah.or.id

09 Maret 2008

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

tas tertukar, kamera melayang

pelatihan para pekerja sosial masih menyisakan kekesalan. pasalnya karena tertukar tas maka kamera saya raib entah kemana.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

HATI-HATI DENGAN BERBAGAI UPAYA PENIPUAN

Sepekan yang lalu ke kantorku datang sebuah fax yang berisi undangan pelatihan bagi pengurus Koperasi dan UKM. pelatihan itu sendiri terkait -menurut surat itu- dengan sosialisasi penerapan rencana strategis Kementrian Koperasi dan UKM untuk mendorong perbaikan ekonomi rakyat yang berupa bantuan perkuatan struktur modal dan bimbingan teknis bagi koperasi dan ukm yang mendapat undangan dan hadir pada acara tecknical meeting.

Surat itu demikian meyakinkan karena berlogo Kementrian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. namun, surat yang meyakinkan itu kemudian diikuti dengan pernyataan dan praktek-praktek yang ganjil, yang tidak biasa dilakukan oleh instansi atau lembaga yang mengadakan pelatihan. apalagi dengan skala nasional dan kontek acara yang akan dilakukan.

keanehan pertama : setiap peserta harus langsung berhubungan dengan panitia pelaksana yang bernama Drs. HM. Ridwan Pardede M. Si. dengan no hp 081399733614. Sekretaris yang pertama kali menghubungi nomor ini sampai dimarahin oleh oknum bernama ridwan pardede itu. kata ridwan yang harus menghubungi adalah peserta langsung bukan yang lain. padahal dalam kaitannya dengan lembaga, dan kapasitas pelatihan serta dana yang akan dikucurkan, yang paling berhak menghubungi dan meminta kejelasan panitia adalah orang yang mempunyai otoritas di lembaga bukan personnya.

akhirnya calon peserta mencoba menghubungi dan masih dijawab oleh ridwan. sampai saat itu tidak ada kecurigaan sedikitpun. dalam kontak personal itu ditanyakan persyaratan apa saja yang mesti dipenuhi. jawabannya hanya mengisi formulir yang disediakan dan mengisi NO REKENING PRIBADI, bukan punya yayasan, koperasi atau lembaga. untuk apa? itulah keanehan kedua

Keanehan kedua, Rekening pribadi diperlukan untuk menerima kucuran dana insentif, uang transportasi, akomodasi hotel, konsumsi dan uang saku yang akan diberikan dua hari sebelum acara dilaksanakan. Aneh bin ajaib. di setiap pelatihan yang dilaksanakan pemerintah, selalu diminta tanda bukti atas perjalanan kita. entah tiket atau apalah yang bisa membuktikan keberangkatan. lalu uang saku dan segalanya biasanya diberikan setelah acara selesai bukan sebelum acara dimulai.

keanehan ketiga, setelah rekening pribadi didapat maka si ridwan ini meminta calon peserta (tertipu) untuk melihat rekeningnya dengan segera. nah di sinilah fase penipuan terjadi. karena seperti penipuan-penipuan yang berujung pangkal di ATM korban seperti kerbau dicucuk hidung. tidak tahu bahwa duit dia sedang disedot. menurut pengakuan salah satu korban yang duitnya disedot hingga 4,900.000,- dia memang melihat bahwa ada uang masuk sebesar 5 juta ke rekeningnya. dan pada saat itu si penipu betul-betul meyakinkan korban bahwa uang sudah masuk dan giliran korban yang harus mentransfer kembali uang itu untuk biaya pelatihan lainnya seperti penginapan dan konsumsi. berbekal keyakinan itulah maka korban mentransfer uangnya ke rekening penipu, dan ..... lenyaplah uang dia sebesar 4,9 juta itu.

keanehan keempat, pelatihan di manapun selalu meminta surat-surat pengantar. dari lembaga yang mengutus atau instansi pemerintah terkait. hal ini tentu dilakukan untuk meyakinkan bahwa peserta yang hadir betul-betul mewakili lembaga penerima. tapi dalam pelatihan ini tidak diminta sedikitpun. betul-betul aneh

sudah banyak korban penipuan yang kian hari kian beragam, baik dari motif dan caranya. yang diperlukan adalah kejelian dan ketenangan dan informasi yang memadai. jangan terburu nafsu bila mendapatkan hal-hal yang terkait dengan undian dan bantuan. hubungi pihak yang kompeten. jangan sekali-kali percaya pada nomor telepon yang ada dalam surat atau brosur karena tentu saja hal itu sudah diatur. jika tidak tahu nomor teleponnya tanyakan ke informasi (108). jika sudah menemukan nomornya tanya kepada mereka adakah undian dan kegiatan seperti tertera dalam surat atau brosur. jika ada bagaimana prosedurnya.

jangan sekali-kali percaya jika sudah berkaitan dengan ATM. karena uang undian atau bantuan biasanya diserahkan dengan disaksikan dan disahkan oleh notaris. dan tidak pernah disalurkan lewat atm. jangan percaya jika oknum minta uang administrasi atau pajak.

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

HATI-HATI DENGAN BERBAGAI UPAYA PENIPUAN

Sepekan yang lalu ke kantorku datang sebuah fax yang berisi undangan pelatihan bagi pengurus Koperasi dan UKM. pelatihan itu sendiri terkait -menurut surat itu- dengan sosialisasi penerapan rencana strategis Kementrian Koperasi dan UKM untuk mendorong perbaikan ekonomi rakyat yang berupa bantuan perkuatan struktur modal dan bimbingan teknis bagi koperasi dan ukm yang mendapat undangan dan hadir pada acara tecknical meeting.

Surat itu demikian meyakinkan karena berlogo Kementrian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. namun, surat yang meyakinkan itu kemudian diikuti dengan pernyataan dan praktek-praktek yang ganjil, yang tidak biasa dilakukan oleh instansi atau lembaga yang mengadakan pelatihan. apalagi dengan skala nasional dan kontek acara yang akan dilakukan.

keanehan pertama : setiap peserta harus langsung berhubungan dengan panitia pelaksana yang bernama Drs. HM. Ridwan Pardede M. Si. dengan no hp 081399733614. Sekretaris yang pertama kali menghubungi nomor ini sampai dimarahin oleh oknum bernama ridwan pardede itu. kata ridwan yang harus menghubungi adalah peserta langsung bukan yang lain. padahal dalam kaitannya dengan lembaga, dan kapasitas pelatihan serta dana yang akan dikucurkan, yang paling berhak menghubungi dan meminta kejelasan panitia adalah orang yang mempunyai otoritas di lembaga bukan personnya.

akhirnya calon peserta mencoba menghubungi dan masih dijawab oleh ridwan. sampai saat itu tidak ada kecurigaan sedikitpun. dalam kontak personal itu ditanyakan persyaratan apa saja yang mesti dipenuhi. jawabannya hanya mengisi formulir yang disediakan dan mengisi NO REKENING PRIBADI, bukan punya yayasan, koperasi atau lembaga. untuk apa? itulah keanehan kedua

Keanehan kedua, Rekening pribadi diperlukan untuk menerima kucuran dana insentif, uang transportasi, akomodasi hotel, konsumsi dan uang saku yang akan diberikan dua hari sebelum acara dilaksanakan. Aneh bin ajaib. di setiap pelatihan yang dilaksanakan pemerintah, selalu diminta tanda bukti atas perjalanan kita. entah tiket atau apalah yang bisa membuktikan keberangkatan. lalu uang saku dan segalanya biasanya diberikan setelah acara selesai bukan sebelum acara dimulai.

keanehan ketiga, setelah rekening pribadi didapat maka si ridwan ini meminta calon peserta (tertipu) untuk melihat rekeningnya dengan segera. nah di sinilah fase penipuan terjadi. karena seperti penipuan-penipuan yang berujung pangkal di ATM korban seperti kerbau dicucuk hidung. tidak tahu bahwa duit dia sedang disedot. menurut pengakuan salah satu korban yang duitnya disedot hingga 4,900.000,- dia memang melihat bahwa ada uang masuk sebesar 5 juta ke rekeningnya. dan pada saat itu si penipu betul-betul meyakinkan korban bahwa uang sudah masuk dan giliran korban yang harus mentransfer kembali uang itu untuk biaya pelatihan lainnya seperti penginapan dan konsumsi. berbekal keyakinan itulah maka korban mentransfer uangnya ke rekening penipu, dan ..... lenyaplah uang dia sebesar 4,9 juta itu.

keanehan keempat, pelatihan di manapun selalu meminta surat-surat pengantar. dari lembaga yang mengutus atau instansi pemerintah terkait. hal ini tentu dilakukan untuk meyakinkan bahwa peserta yang hadir betul-betul mewakili lembaga penerima. tapi dalam pelatihan ini tidak diminta sedikitpun. betul-betul aneh

sudah banyak korban penipuan yang kian hari kian beragam, baik dari motif dan caranya. yang diperlukan adalah kejelian dan ketenangan dan informasi yang memadai. jangan terburu nafsu bila mendapatkan hal-hal yang terkait dengan undian dan bantuan. hubungi pihak yang kompeten. jangan sekali-kali percaya pada nomor telepon yang ada dalam surat atau brosur karena tentu saja hal itu sudah diatur. jika tidak tahu nomor teleponnya tanyakan ke informasi (108). jika sudah menemukan nomornya tanya kepada mereka adakah undian dan kegiatan seperti tertera dalam surat atau brosur. jika ada bagaimana prosedurnya.

jangan sekali-kali percaya jika sudah berkaitan dengan ATM. karena uang undian atau bantuan biasanya diserahkan dengan disaksikan dan disahkan oleh notaris. dan tidak pernah disalurkan lewat atm. jangan percaya jika oknum minta uang administrasi atau pajak.

    Blogger news

    Blogroll

    About