Apa yang bisa meningkatkan keimanan kita? Jika anda di Mekah, akan saya jawab : naiklah ojeg, maka keimanan anda akan meningkat. Apa sebab? Ya. Karena cara menjalankannya luar biasa serampangan. Asal (menurut saya) maju dengan kecepatan tinggi. Semasih ada celah untuk masuk, motor akan terus melaju. Dia hanya akan berhenti ketika tidak ada celah masuk sama sekali atau sudah sampai tujuan. Ojeg Indonesia mah lewat. Cara menjalankan seperti itulah yang akan membuat kita istighfar terus terusan sampai kaki kita menginjak bumi kembali.
Keberadaan ojeg ini sendiri saya pikir baru dua tahunan ini saja. Karena tahun 2006 saya haji tidak menemukan ojeg semacam ini. Mungkin orang Mekah juga mulai berpikir menambang uang dari jemaah haji yang luar biasa banyaknya. Yang biasa mangkal di daerah depan Harampun cukup banyak.
Berbicara tentang penghasilan. Sebutlah Muhammad bisa mendapatkan 100-hingga 300 real dalam semalam. Pendapatan ini akan meningkat pada tanggal 10-14 dzulhijjah. Saat itu memang padat-padatnya orang dan kendaraan. Pokoknya dijamin macet. Solusi paling mudah jika ingin cepat sampai tujuan adalah ojeg-ojeg ini, tapi dengan harga yang mencekik dompet. Bisa naik berlipat-lipat. Bayangkan saja, pada tanggal itu, mobil yang biasanya Cuma 15 real ke daerah aziziah ada yang minta sampai 100 real. Minimalnya 50 real.
Akhirnya malam tanggal 14 dzulhijjah ketika saya punya janji dengan seorang teman di Aziziah, saya dapat karunia naik ojeg Mekah dengan harga 35 REAL !!!. (kalau dikurs ke 3000 rupiah maka saya membayarnya 105.000 RUPIAH!!!) padahal jaraknya Cuma 6 km-an.
Demi janji dan karena sudah capek nawar taksi yang mau 25 real, kesempatan naik ojeg gila pun saya pergunakan. Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah, selama naik ojek itu saya ucapkan. Seakan mewakili suara duniawi saya, gusti saya ndak mau mati naik ojek di Mekah. Sekali waktu kami berpapasan dengan mobil container yang besar dan di samping ada bis yang juga melaju kencang. Hanya ada celah kecil. Menurut saya ndak mungkin lewat. Tapi…. Wush…. Ojeg itu melaju kencang serasa tanpa dosa. Hanya jarak beberapa centi antara kulitku dan dua mobil besar itu. Mata saya tutup, hati deg-degan menciut luar biasa, lutut gemetaran. Sampai turun di Mesjid bin Baz tidak habis istigfar dan gemetarku.
Nah kawan, jika anda di Mekah dan ingin “meningkatkan” kualitas iman, naiklah ojeg.