Tampilkan postingan dengan label Pesona Wisata Negeriku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesona Wisata Negeriku. Tampilkan semua postingan

12 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bromo 5 - Bisikan dari Pasir Berbisik

Saya sangat penasaran dengan penjelasan dari supir yang mengantar kami. Katanya salah satu sebab penamaan tempat tujuan akhir di Bromo itu karena angin yang menerpa pasir-pasir di situ akan mengeluarkan suara mendesis seperti suara orang sedang berbisik.

Nama Pasir Berbisik pun menjadi terkenal karena film yang dibintangi aktris jelita Dian Sastro. Lokasinya syutingnnya memang di sini dan judul filmnya pun sama, Pasir Berbisik.

Ketika sudah sampai di Pasir Berbisik saya mencoba untuk menangkap bisikan-bisikan pasir dalam terpaan angin. Tak berhasil. Saya tutup mata saya dan konsentrasi menangkap suaranya. Tak juga berhasil. Bukan nasibnya kali. Namun pemandangannya sangat spektakuler.

Hamparan pasir yang luas, latar belakang gunung batok yang unik menambah keelokan suasananya. Cukup lama saya berdiri dan menyaksikan rombongan lain datang dan pergi. Setelah puas kamipun meninggalkan pepasiran yang entah membisikan nama kami dalam bisikannya atau tidak. NAmun saya tetap berharap bahwa satu saat nanti akan mendengar bisikan pepasiran itu.




04 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

(Bromo 3) Savana yang indah

Savanah. Saya pikir tempat semacam ini hanya ada di Afrika sana. Ternyata di kawasan Bromo juga ada tempat semacam itu. Perjalanan dari kawah Bromo menuju Savanah dilalui kurleb 30 menitan. Tidak penunjuk jalan menuju sana. Jalananpun mengikuti insting supirnya.

Hanya orang suci yang tahu jalan menuju situ guyon saya yang disambut penjelasan supir bahwa tiap tahun jalan dan trek nya bisa saja berubah mengikuti perkembangan pasar modal eh, mengikuti gejala alam seperti angin. Namun mereka sudah tahu tanda-tanda yang tak berubahnya. dari situlah mereka mengenal jalan menuju Savanah. nah betul kan...

Dengan latar bukit teletubies
Setelah melalui jalan berliku-liku sampai juga di Savana. Sebuah padang rumput luas yang diapit dua cadas di dua bagiannya. Saya tidak tahu arah mana saja. Savanah Bromo juga bisa dicapai dari arah Pasuruan. Supir menunjukan trek dari Pasuruan. 

Bagi yang tidak ingin menginap di hotel biasanya akan menginap di Savanah ini. Namun jangan sendirian ya. soalnya kan sepii banget. masalah lain juga tidak ada WCnya lho. Jadi kalau mau buang hajat yang mesti pintar cari lokasi. 

Selain pemandangan padang rumput yang menarik, ada juga bukit teletubiesnya. beberapa gundukan bukit bulat dengan rumput yang menghijau memang mirip dengan rumahnya si Pingky, Po, Lala dan hmmm lupa yang satunya lagi.

Sempat saya buat status, kalau di savanah ini juga dipelihara banteng, singa dan kijang kayaknya akan seperti Afrika. Namun apa hewan-hewan itu kuat menahan dinginnya savanah yang bisa mendekati 0 derajat itu? lagian kalau ada singa gimana kita bisa menikmati savanah dengan nyaman... ya toh

30 Agustus 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Menikmati Indahnya Mural Bandung

1403911572862482312
Mural Jalan Siliwangi -dokpri
Jika kita melewati Jalan Siliwangi Bandung, maka kita akan melihat jajaran mural (lukisan dinding) menghiasi tembok sepanjang 475 meter. Lukisan-lukisan itu berpadu asri dengan rimbunnya pepohonan yang menghiasi salah satu jalan di Bandung itu. Jalan Siliwangi (dikenal juga dengan Babakan Siliwangi) merupakan jalan di dekat  kampus ITB. berpotongan dengan jalan Ir. H. Djuanda dan Jl. Tamansari.

11 April 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Indahnya Curug Karembong


Tak menyangka di daerah bandung ada sungai yang masih sungai yang masih sangat bersih. bebas dari polusi apapun. Tempat ini seperti surga yang tersembunyi. padahal sangat mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Lokasinya ada di daerah Cicadas Kab subang.

Dari bandung, setelah melewati hamparan perkebunan teh dan sebelum turun ke tempat wisata Ciater. Di titik pertigaan antara Bandung, Ciater, dan Desa Cicadas Kab. Subang, jangan berbelok dan turun ke kanan, tetapi berbeloklah ke kiri (ke arah Desa Cicadas). tak kurang dari lima belas menit kemudian, Anda akan menemui kawasan wisata alam “Capolaga Adventure Camp”.

Kawasan wisata alam Capolaga sebenarnya terdapat di Kab. Subang. Tepatnya di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kec. Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat. Namun karena kawasan ini berada tepat di perbatasan Kab. Bandung, waktu tempuh ke kawasan ini tidak terlalu lama. Anda hanya akan menempuh waktu 1 jam dari arah Bandung, 1 jam dari Purwakarta, 30 menit dari Kota Subang, 30 menit dari Lembang, dan 15 menit dari Sagalaherang.

Di kawasan ini kita akan disuguhi pemandangan alam nan menenangkan. ditambah lagi dengan sungai yang jernih dan empat curug (Air terjun) yang eksotik. ada Curug Cimuja, Curug Karembong, Curug, Sawer dan Curug Goa Badag.

Sejak masuk pengelola sudah mengingatkan pengunjung untuk menjaga lingkungan. salah satu upayanya adalah membagikan tas plastik untuk tiap orang. untuk apa tas plastik itu? untuk membuang sampah. di tempat ini anda tidak akan menemukan tempat sampah. pengunjung diharapkan tidak menyampah di sini dan membawa sampahnya ke tempat lain. oleh karena itu keasrian dan kenyamanan lokasi wisata ini sangat terjaga. 

Bagi pengunjung yang berkemah juga dilarang untuk menggunakan bahan kimia di sungai. kalau mau mandi atau mencuci sudah disediakan kamar mandi dan tempat mencuci. walaupun fasilitas ini menurut saya masih harus ditambah, tapi sudah mencukupi kebutuhan. Tujuannya tiada lain agar ekosistem di kawasan curug tersebut tidak terganggu.

Curug
Air terjun (curug dalam bahasa Sunda) pertama adalah Curug Cimuja. Curug ini terletak di kawasan paling hulu. pada zaman dulu curug ini sering digunakan untuk memuja dan bersemedi memohon sesuatu. Pemujaan biasanya dilakukan pada malam hari dan bila sang pemuja sudah selesai menyampaikan doa-doanya, ia harus mandi pada malam hari di bawah tumpahan curug ini. 
Curug kedua adalah Curug Karembong. Sesuai namanya, curug ini menyerupai karembong (selendang) yang “dikebutkan”.  Derai airnya yang khas dapat dimanfaatkan untuk water teraphy.  Bagi Anda yang sering pegal linu dan rematik, dapat mencoba keampuhan Curug Karembong ini.

Curug berikutnya adalah Curug Sawer. Curug ini tinggi hanya 5 meter. Akan tetapi kalau airnya sedang besar, curug ini menyerupai bunga yang ditaburkan. “Makanya, namanya pun Curug Sawer. Sawer dalam bahasa Sunda kan bisa diartikan tabur bunga,” Di bawah tumpahan Curug Sawer terdapat kolam berukuran lebar. Anda bisa mandi di tempat ini.

Curug yang terakhir adalah Curug Goa Badag. Di tempat ini Anda bukan hanya dapat menikmati keindahan curug setinggi 8 meter, tetapi juga kolam untuk berenang dan gua. disebut goa badak, kata pengelola sebetulnya tidak ada kaitannya dengan hewan badak. penduduk setempat menyebutnya badag (besar), namun entah kepleset nyebut atau kepleset mendengar, hingga kini disebut goa badak dalam arti guanya besar.

tarif masuk : Rp 6500
Tari menginap di hotel bintang 1000 alias berkemah < 50 orang, Rp 20.000/orang (belum fasilitas lainnya, seperti tenda, listrik dll)
tarif rombongan > 50 orang, Rp 500.000,-/ blok. (1 blok muat 50 orang)

Para pengunjung yang menginap, bisa bermalam di bawah tenda di blok-blok perkemahan yang tersedia. Blok ini disesuaikan dengan posisi air terjun.


Note : Foto-foto adalah dokumentasi pribadi




28 September 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tangkuban Parahu, Si Cantik Nan Berbahaya

Setelah mendapat undangan lokakarnya dari Badan Vulkanologi Bandung, maka pada tanggal 2 September 2013 pagi, saya dapat menjejakan kaki lagi di Gerbang Tangkuban Parahu. Hari masihlah cukup pagi, masih cukup dingin untuk melepaskan Jaket yang masih setia membekap badan ini. Sinar matahari pagi menerobos dedaunan di Area loket seakan mencoba mengusik ketentraman pagi itu. 

26 Mei 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Cibuni...

sementara foto-fotonya aja dulu...











16 Mei 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Gunung Padang, History, Mistery and Gift

Anggaplah anda seorang Nicolas Cage dalam film National Treasure, maka ketika menyaksikan Gunung Padang dengan serakan batu-batu andesit besar yang anda lihat tentulah simbol-simbol yang tersebar dan menanti untuk dikumpulkan, disingkap dan dipecahkan. Simbol-simbol itu adalah kode dari masa lalu  yang ditinggalkan oleh manusia nusantara yang bisa jadi menjadi wajah Indonesia Tua.

Gunung Padang yang berlokasi di Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur,  ditemukan pada tahun 1914 oleh sejarawan Belanda bernama N. J. Krom. Gunung Padang dalam bahasa sunda berarti caang atau terang benderang. Ada juga yang mengartikan bahwa padang berasal dari kata pa (tempat), da (agung) dan hyang (dewa, leluhur) sehingga artinya adalah tempat agung para dewata/leluhur (antara.com)

Situs Gunung Padang merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Hal ini menjadi bukti keluhuran bangsa Indonesia, khususnya masyarakat sunda. Bayangkan saja jika memang dibangun 2000 tahun SM (antara.com), maka bisa jadi semasa dengan Nabi Musa dan Fir'aun. Dan ketika Musa berdakwah agar Firaun menyembah tuhan, sekelompok masyarakat nun jauh di sana dan tak terberitakan dalam kitab-kitab suci sudah membangun sebuah tempat yang disinyalir merupakan tempat peribadatan. 

Untuk apa dibangun, siapa yang membangun, mengapa dibangun di lokasi itu, dari mana saja material bangunannya dan bangunan apa saja? Itulah bagian misteri dari Gunung Padang. Lokasi yang dibuat sebanyak lima pelataran itu  2000 tahun SM artinya dibangun 2800 tahun sebelum Borobudur didirikan. Hebat bukan. Bahkan menurut beberapa sumber Situs Gunung Padang ini 3 kali lebih luas dibandung Borobudur.

Gunung Padang lahir dari kearifan dan keunggulan masyarakan Nusantara. Pembangunan Gunung Padang sangat memperhatikan berbagai aspek demi tercapainya harmoni bumi dan langit. Artinya pembangunan Situs Gunung Padang memperhatikan aspek geologist. Dalam situs Korantekno.com disebutkan bahwa Pembangunan situs ini juga, terutama teras bagian bawah sangat memperhatikan masalah kelabilan area ini dengan cara menyusun tiang tiang batu secara mendatar dan saling tumpuk menumpuk untuk penguatan. dalam hubungannya dengan penyembahan, situs ini pun dapat dibangun untuk maksud agar manusia dijauhkan dari bencana gempa atau gunung api yang memang sumbernya tidak jauh dari Gunung Padang. 


Korantekno.com menuliskan secara astonomis situs Gunung Padang mempunyai harmoni dalam naungan bintang - bintang di langit . Analisis astronomi menggunakan program Planetarium menunjukkan bahwa posisi situs ini pada sekitar 2000 tahun sebelum masehi yang lalu atau pada masa prasejarah berada tepat di bagian tengah lintasan padat bintang di langit berupa jalur Galaksi Bima Sakti dan lokasi situs Gunung Padang pun di sisiatas dan bawah kaki langitnya masing masing dikawal oleh dua rasi yang merupakan penguasa dunia bawah Bumi yaitu rasi serpens ( ular ) dan dunia atas ( langit ) yaitu rasi aquila (elang), Secara kosmologis para pembangun  situs ini telah memperhatikan tatalangit diatasnya. 

Ternyata perhitungan model ini juga digunakan pada situs-situs megalitik di seluruh dunia. Artinya leluhur Nusantara itu adalah orang-orang pintar dan sangat mengerti perkembangan keilmuan yang luar biasa tinggi. Sekali lagi itulah wajah Nusantara Purba, Wajah Indonesia kita.

Sekarang, sadarlah bahwa kita adalah seorang anak bangsa yang telah mendapatkan sebuah warisan budaya yang tak ternilai. Jati diri bangsa. Maka dengan demikian sebetulnya Gunung Padang adalah sebuah hadiah dari masa lampau. Maka mari jelajahi Gunung Padang dan resapi keagungannya.


"Mengumpulkan apa yang tersebar, mendatangkan keteraturan dari kekacauan, untuk menemukan penyatuan"

-----

Lost Symbol - Dan Brown

Sumber.
Antara.com
Korantekno.com
Foto : Dokumen Pribadi
sumber lain

    Blogger news

    Blogroll

    About