Tampilkan postingan dengan label anakindonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anakindonesia. Tampilkan semua postingan

29 Januari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Kami tak Pernah diajari Makar

Madrasah Hujjatiyah (Sumber : http://otongsulaeman.wordpress.com)
"Agar khudoi nakhosteh dars nakhondid haramast dar madreseh bemonid" jika -semoga tidak terjadi- kalian tidak belajar, maka haram tinggal di madrasah. Itulah 'fatwa' dari Imam Khomeini (qs) yang tertulis di ruang-ruang tempat kami belajar. Teman-teman saya yang datang dari berbagai negara di dunia sangat paham arti tulisan itu.

Pengalaman saya, hampir sama dengan yang ditulis Dina Y. Sulaeman dalam postingan berjudul Tuduhan Makar Terhadap Mahasiswa Indonesia di Iran. sebagai tanggapan atas ungkapan seorang 'ustad' yang mengatakan bahwa ribuan santri Indonesia yang dikirim ke Iran kerjanya hanya makan, minum, dan tidur. Mereka tidak belajar, melainkan hanya dicuci otak. Sepulang dari sana, mereka menyebarkan paham Syiah dan akan menjadi bom waktu karena bermaksud mendirikan Negara Syiah (di Indonesia). Tuduhan yang tak memiliki dasar sama sekali. Fitnah yang menjijikan.

Saya pernah belajar di jantung pemikiran Syiah, Qom, Iran. Beberapa tahun saya lalar lilir di sana menghirup aroma keilmuan yang kental. Mubahatsah (diskusi kecil) adalah santapan harian yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Dalam sehari seseorang bisa mengikuti dua atau tiga mubahatsah yang diselenggarakan di setiap sudut madrasah kami.

Selain pelajaran di kelas yang cukup padat, kami juga berupaya untuk menambah pelajaran di luar. Selain dari ceramah-ceramah umum dan khusus. Bagi yang ingin belajar ilmu yang tidak diajarkan di Madrasah kami harus mendengarkan kaset. Maktabah Shaut (perpustakaan kaset) merupakan tempat yang sering didatangi. Di tempat itu para pelajar bisa meminjam kaset-kaset pelajaran dan mendengarkan pelajaran-pelajaran dari para ulama.

Satu mata pelajaran bisa mencapai ratusan kaset. Jumlah kaset pelajaran terkecil adalah 100 kaset. Bayangkan saja berapa banyak waktu harus dihabiskan untuk menghabiskan dan memahami kaset-kaset itu. Tak hanya mendengarkan mereka mencatat dengan seksama pada hal-hal penting. Sehingga buku pelajaran yang dipakai seperti sebuah hasyiah (komentar) atas karya utama. Bunyi cletak-cletek tape untuk proses membalik kaset adalah hal biasa. Kaset,  tape dan bunyi itu adalah teman akrab kami.

Tidak ada libur musim panas bagi kami. Pelajaran berjalan seperti biasa hanya waktunya saja yang dipersingkat. Ketika kebanyakan orang Iran melakukan liburan mencari udara yang lebih sejuk pelajar-pelajar ini -termasuk mahasiswa Indonesia- mengikuti pelajaran musim panas mereka. Tentu saja ada yang bolos dan malas. Namun prosentasenya sangat sedikit. Haram kalau tak belajar.

Kami pun  tak pernah diajari MAKAR terhadap negara. Saya ingat ketika Libanon Selatan membara hampir semua pelajar ingin bergabung dengan pejuang-pejuang Hizbullah, termasuk saya. Namun pada saat itu, Syed Hasan Nasrullah, sebagai sekjen Hizbullah berbicara kepada kami. Alih alih memprovokasi anak-anak muda penuh semangat itu untuk berjihad ke Libanon Sayid Hasan Nasrullah justru melarang kami. Sangat berbeda dengan orang yang mengaku ulama dan memprovokasi anak-anak muda untuk jihad ke Syiria.

Saya masih sangat ingat, di mesjid Madrasah kami beliau berbicara bahwa Hizbullah tidak memerlukan tenaga bantuan dari negara manapun. Perjuangan di sana adalah perjuangan rakyat Libanon. Anak-anak muda kami masih banyak dan sanggup menghadapi Israel.  Karena anak-anak muda Libanon ini sering dipanggil untuk berjihad di negaranya, sering sekali kami hanya mendengar kabar bahwa kawan kami itu sudah syahid.

"Jihad kalian adalah di meja belajar" kata Syed Hasan Nasrullah saat itu. "Jika kalian sudah belajar, maka medan jihad kalian selanjutnya adalah membangun negara kalian sebaik-baiknya" Lalu beliau menyitir sebuah ayat "Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (At Taubah : 122)

Itulah doktrin kami. Belajar sebaik-baiknya untuk membangun negara bukan untuk menghancukan negara seperti yang justru dilakukan orang rajin menuduh kami. Oleh karena itu tak akan ada satupun alumni dari Hauzah yang bercita-cita untuk menghancurkan NKRI  dan mendirikan negara Syiah.


Abu Jibril: Yang Ikut Pancasila Akan Binasa
Abu Jibril: Yang Ikut Pancasila Akan Binasa

Abu Jibril: Yang Ikut Pancasila Akan Binasa

26 Oktober 2010

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Franky S - Menangis




kemarin seorang anak menangis
melihat bapaknya menangis
kemarin halilintar menangis
kemarin lautan menangis
kemarin bunga-bunga menangis
kemarin anak negeri menangis

16 Agustus 2010

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

toejoeh belas agoestoes doea reboe sepoeloeh


ada sedikit keindahan

peringatan 17 agustus 1945 di desa ciburial ada yang kurang memang... makan krupuk... tapi ini kemerdekaan bung. nikmatilah
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Syukur H. Mutahar




Lagu syukur H. Mutahar

12 Juli 2010

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

karena cinta, harus rela melepasmu

"apa dia tidak akan menangis?" tanya istriku, umminya anak-anak. Lahiriahnya, dia mengkhawatirkan anak kedua kami berdua yang akan dirantaukan. saya menebak justru dia mengkhawatirkan dirinya sendiri. tidakkah umminya akan menangis?
Teringat ketika merantau ke yogya tahun 1985, aku menangis di bis. beberapa hari masih juga menangis. itulah senjata terampuh mengobati kerinduan atau lebih tepatnya kemanjaan karena baru berpisah dengan orang tua. saat itu aku hanya diantar kakakku yang sudah kuliah di yogya untuk disekolahkan di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. saat itu tak kulihat ibuku menangis. beliau menangis ketika mendapat kabar saya digundul di sekolah. digundul merupakan pertanda buruk bagi siswa mu'allimin.
SI Abang -demikian panggilan di rumah selain Muhammad. dan panggilan sering berubah sesuai dengan naik turunya emosi menjadi Madun saja- akan disekolahkan di Jombang. Sekolah penghapal Al Qur'an. tempat yang lebih jauh daripada sekolah saya di yogya. harapannya dia bisa menyediakan petak-petak surga buat kami. tidak perlu terlalu besar... mendapat tempat di samping Rasulullah tentu menjadi kebanggan tersendiri.

tak ada pengalaman kami berjauhan dengan anak-anak anak untuk jangka waktu yang lama.  sejak kecil mereka tidur sekamar dengan kami. baru beberapa tahun terakhir mereka punya kamar masing masing. pernah mereka diikutkan pesantren kilat yang kilat. hanya tiga hari. selebihnya mereka tak pernah jauh.

inilah pengalaman pertama merantaukan anak. keputusan penting dengan berbagai pertimbangan sudah ditetapkan. Mudah-mudahan cita kami tercapai. akan sangat berat. justru karena hidup semakin berat harus rela melepasmu. kupinjam status Kak Me "....Justru karena cinta, harus rela melepasmu nak..

11 Juli 2010

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Catatan Akhir Pekan (2) Biaya Sekolahnya Manusia

Tahun ajaran baru tentulah menjadi masalah baru.bagi saya merupakan pengalaman mendebarkan ketika mencari sekolah buat anak di luar lingkaran sekolah yang saya bina. saya mulai merasakan  ternyata mencari sekolah buah anak-anak tak begitu mudah. banyak hal mesti dipertimbangkan. cita-cita anak, kemampuan finansial, cita-cita kita sebagai orang tuanya, dan masa depannya.
apalagi di saat seperti ini. sekolah menjadi sesuatu yang sangat mahal.
berhari-hari ini saya menghadapi orang-orang tua yang bercita-cita sangat besar mengenai masa depan anaknya tapi nasib ternyata kurang ramah pada mereka. keluhannya beragam.

kemarin saya menemui para orang tua yang bekerja sebagai petani. mereka tentunya mengandalkan penghasilan dari hasil menjual panen. kita segera mafhum bahwa di republik ini petani menempati peringkat yang tidak begitu mujur. mulai dari awal bekerja mereka harus bersusah payah mencari modal. ke sana kemari yang akhirnya kebanyakan jatuh pada jerat pemilik modal.Para tengkula

para pemilik modal inilah yang menjadi raja sejati di belantara hidup para petani. dengan modal yang mereka miliki, para raja itu dapat menekan para petani untuk menjual hasil buminya dengan harga yang sangat murah dan kemudian menjualnya dengan sangat mahal. sehingga itu tidak ada ceritanya kalau harga cabai naik para petani mendapatkan keuntungan. apa yang didapat petani? keletihan dan encok yang akut. dan lingkaran setan kemiskinanpun menjadi turun. turun temurun kepada anak cucunya.

tadi siang, seorang pedagang sayur keliling datang dan meminta supaya anaknya diterima di sekolah. belum apa-apa sudah berbicara tentang ketidak mampuannya membayar uang sekolah. saya tak bisa menolak. sekolah ini adalah sekolah mereka, yang didirikan untuk melayani mereka dan menjadikan mereka manusia.

Tak sanggup mereka tuk masuk sekolah pavorit. karena di sekolah sekolah itu nyawa merekapun tak bisa dipakai tuk membayarnya. tak sanggup mereka masuk RSBI atau SBI. karena standarnya yang internasional diikuti dengan uang yang internasional pula (kualitas? jangan tanyakan itu padaku).

Sekolah harusnya ramah pada siapapun. tak harus lihat dompetnya apalagi status sosialnya. di sekolah manusia, biayapun harusnya manusiawi...

(tahun depan kayaknya harus revisi anggaran sekolah)

27 Juni 2010

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

catatan akhir pekan (1). Saya yakin Inilah jawaban bagi doa kalian

Saya merasa bahwa salah satu tugas kepala sekolah adalah membuka jalan dan memastikan bahwa anak didiknya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. dan saya merasa sudah melakukannya dengan baik.

Tahun ini memang ada kerja sama antara SMA Babussalam dengan ICAS untuk program Islamic Researcher. Para siswa yang diterima dapat melanjutkan kuliah di ICAS dengan fasilitas yang baik, full beasiswa, dapat asrama gratis dan uang saku.

Tahun ini ada 8 orang siswa yang mengikuti testing. dari 8 orang yang diterima untuk melanjutkan wawancara adalah 7 orang. ternyata hanya empat yang bisa berangkat. yang lain dengan beberapa alasan tidak dapat mengikuti wawancara. sebenarnya dari empat yang ikut wawancara dapat diterima dalam program ini. hanya saja satu orang mengundurkan diri karena ingin menghapal Al Qur'an. alasan yang sebanding. jadi hanya tiga orang yang akan positif melanjutkan.

ternyata, tidak mudah juga membuka jalan. dari komposisi tiga orang anak itu, dua diantaranya adalah anak asuh yang punya kewajiban mengabdi pada pesantren selama kurang lebih 1 tahun.  secara keberadaan merekapun sebenarnya akan memberikan keuntungan buat SMA. karena mereka anak yang berprestasi dan saya juga sudah meminta agar diantara mereka diperbantukan di SMA.

kuupayakan ijin untuk bisa menembus dinding birokrasi yang gampang-gampang susah. ijin sudah dikantongi. kuberitakan kabar ini, walaupun mereka berdua terlihat ragu setelah di pengumuman pertama mengalami euforia. kucoba tuk  mengorek keterangan dan
meyakinkan... tak juga berhasil...

hari ini anak-anakku mengirimkan SMS "assalamu alaikum, Abah dengan ini kami ingin mengucapkan beribu terima kasih kepada Abah yang telah memperjuangkan kami tuk kuliah. yang telah berikan kami motivasi dan dukungannya kepada kami. tapi kami tetap memutuskan tidak akan pergi. mohon maaf jika ini membuta abah sangat kecewa. tapi bah kami benar benar ragu  dan kami tidak ingin menjalani ini dengan semua dengan hati ragu dan tidak tenang. dalam hadis dikatakan tinggalkanlahyang ragu dan kamipun memutuskan  ini. kami tidak ingin berbuat zalim kepada orang lain dengan hanya memikirkan diri kami sendiri. dan kami ingin mengikuti prosedur yang ada. kami tidak ingin pergi tanpa rido orang tua. karena rido Allah  ada pada ridho orang tua kan bah? kami mohon abah mau menerima keputusan kami dan tidak membenci kami. mudah-mudahan abah mau menerima kami dalam masa pengabdian kami. kami mohon maaf bah. abah mau memaafkan kami kan bah? kami harap abah bisa mengerti  kondisi kami sekarang... wassalamu 'alaikum . bah sekali lagi kami mohon maaf". SMS yang panjang dan benar-benar dalam tekanan.

masih kucoba tuk meyakini bahwa tidak ada orang yang diambil haknya dan tidak ada prosedur yang dilanggar karena hal itu sudah coba dibicarakan bahkan hingga pimpinan. kutegaskan lagi bahwa restu orang tua bisa diupayakan. namun keputusan rupanya sudah bulat.
AH NAK. AMBIL KESEMPATAN INI. SAYA YAKIN INILAH JAWABAN ALLAH ATAS DO'A KALIAN"

(mungkin itulah usaha maksimal yang dapat kulakukan. pilihan ada pada kalian. semoga sukses)




17 Mei 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Anak Indonesia menderita

Saya punya adik, namanya fachri. Ia sudah menikah hampir 7 tahun tapi belum dikaruniai anak. kami selalu mendoakan agar dia segera mempunyai momongan. mamaku yang agak cerewet mengenai ini. sehingga terkadang agak menyinggung perasaan adik saya.
hari itu kamis, adik salah seorang tetangga kami meninggal dalam usia yang masih muda, 30 tahun. dia menderita sakit yang saya pikir bersumber dari depresi karena ditinggal suaminya sejak lama dan dia tidak mengetahui kemana dan dimana suaminya berada. dia meninggal dengan meninggalkan dua orang anak. yang satu saya tidak tahu umurnya berapa. yang satu lagi berumur tiga bulan. seorang bocah lelaki yang bersih, sehat dan menggemaskan. Anak itulah yang diangkat sebagai anak oleh fachri, adik saya. Dia memberi nama bocah kecil itu dengan nama Ahmad Khairi Dimyati. bocah itu sering dipanggil oleh Ali anak saya dengan Ahmadi.
saat ini ahmadi sering menjadi rebutan saudar-saudara barunya. dan anak-anak saya seringkali menengoknya dan membantu bibinya. entah itu ikut memandikan, menyusukan atau sekedar membangunkan agar jangan tidur saja. itulah bentuk kasih sayang kanak-kanak yang diberikan kepada anggota baru keluarga kami.
Bandung digegerkan (kembali) oleh perilaku orang tua yang tega menyiksa anaknya hingga meninggal. anak itu dipukul dengan sebuah balok besar, besi dan berbagai alat. sungguh menyedihkan dan menggiris hati membaca kejadian tersebut. kok ada orang tua yang tega berbuat seperti itu? terlalu.
saya teringat dengan sebuah buku yang saya baca dengan judul yang saya pakai sebagai title pada tulisan ini. buku itu mendokumentasikan penderitaan-penderitaan anak indonesia. buku itu kemudian dipinjam orang dan alhamdulillah sampai saat ini belum kembali. (mudah-mudahan dia baca tulisan ini ya).
Sayapun teringat cerita seorang sahabat Rasulullah yang menceritakan perilaku Rasulullah terhadap anak-anak. Anas bin malik bercerita bahwa Rasulullah suka mencium cucunya yaitu Hasan dan Husein. anas berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, aku mempunyai 10 orang anak dan tidak pernah satupun kucium mereka" Rasul berkata "Sesungguhnya Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi anaknya. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidak akan masuk surga kecuali penyayang". Anas berkata "Belum pernah aku melihat seorang yang sangat sayang kepada keluarganya kecuali Rasulullah"
Ah, seandainya para orang tua membaca kisah ini. mereka harus tahu bahwa salah satu tiket ke surga adalah mencintai anaknya, tentu mereka akan berpikir seribu kali untuk menyiksa anak-anak mereka yang nota bene adalah amanah dari Allah. Seandainya orang tua tahu apa yang sudah diberikan oleh seorang anak kepadanya, niscaya mereka akan sangat mencintai dan menghormati anaknya.
Orang tua lebih banyak menuntut daripada menuntun. kata murid-murid saya di pesantren.
mereka lebih senang mengeluarkan ayat atau hadis yang berkaitan dengan menghormati orang tua dibanding membuka ayat atau hadis yang memerintahkan mereka untuk menuntun dan menyayangi anaknya. ingat pak,ibu, abi, ummi, abah, surga bukan hanya terletak di kaki ibu, surga juga terletak dalam mengasihi dan menuntun anak-anak.
sayangilah anak-anak, cintai mereka, hormati mereka. seperti kata Rasulullah, "Sesungguhnya Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi
anaknya. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidak akan
masuk surga kecuali penyayang"



    Blogger news

    Blogroll

    About