Tampilkan postingan dengan label bromo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bromo. Tampilkan semua postingan

12 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bromo 5 - Bisikan dari Pasir Berbisik

Saya sangat penasaran dengan penjelasan dari supir yang mengantar kami. Katanya salah satu sebab penamaan tempat tujuan akhir di Bromo itu karena angin yang menerpa pasir-pasir di situ akan mengeluarkan suara mendesis seperti suara orang sedang berbisik.

Nama Pasir Berbisik pun menjadi terkenal karena film yang dibintangi aktris jelita Dian Sastro. Lokasinya syutingnnya memang di sini dan judul filmnya pun sama, Pasir Berbisik.

Ketika sudah sampai di Pasir Berbisik saya mencoba untuk menangkap bisikan-bisikan pasir dalam terpaan angin. Tak berhasil. Saya tutup mata saya dan konsentrasi menangkap suaranya. Tak juga berhasil. Bukan nasibnya kali. Namun pemandangannya sangat spektakuler.

Hamparan pasir yang luas, latar belakang gunung batok yang unik menambah keelokan suasananya. Cukup lama saya berdiri dan menyaksikan rombongan lain datang dan pergi. Setelah puas kamipun meninggalkan pepasiran yang entah membisikan nama kami dalam bisikannya atau tidak. NAmun saya tetap berharap bahwa satu saat nanti akan mendengar bisikan pepasiran itu.




08 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

(Bromo 4) Adas, Tanaman Ajaib Dari Puncak Bromo

Selama perjalanan di Bromo, ada banyak hal menarik untuk diperhatikan. Salah satunya adalah tumbuhan yang ada di sana. Ada satu tumbuhan yang betul betul unik. Bisa tumbuh di ketinggian 2000 dpl, dan dalam suasana yang ekstrim. Dingin dan panas yang luar biasa.


Dengan kondisi alam yang seperti ini tumbuhan ini bisa tumbuh dan tersebar hampir merata di puncak Bromo. Nah selain unik ternyata banyak manfaat lho.

Menurut supir, adas bisa dipakai untuk obat sakit perut. caranya bisa diminumkan atau diusap saja ke perut. Saya coba ambil dan ternyata baunya memang seperti balsem dan saya kunyah memang memberi kesan hangat.

Menurut blog Caraobat, adas memiliki banyak manfaat lho. ini diantaranya. :
  • Manfaat buah adas : tanaman adas pada bagian buahnya dapat mengobati beberapa penyakit seperti :
  • Buah adas dapat mengobati sakit perut (mulas), perut kembung, perasaan penuh pada lambung, perasaan mual, perasaan ingin muntah dan sakit diare.
  • Dapat mengobati sakit kuning serta meningkatkan nafsu makan.
  • Dapat mengobati batuk disertai dahak dan mengatasi penyakit sesak nafas (asma)Dapat mengatasi gangguan haid seperti nyeri pada waktu haid atau proses haid yang tidak lancar.
  • Dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu yang melahirkan.
  • Dapat mengatasi masalah susah tidur (insomenia)
  • Dapat mengobati buah zakar turun (orchidoptosis)
  • Buah adas bisa menngatasi usus turun sampai lipat paha (Hernia inguinalis)
  • Meredakan pembengkakan pada saluran sperma (epididimis)
  • Manfaat adas pada penderita batu empedu yaitu dapat mengurangi perasaan nyeri yang diakibatkan adanya batu pada empedu serta bekerja membantu proses penghancuran batu tsb.
  • Mengatasi penyakit Rematik ( Gout)
  • Manfaat daun adas : bermanfat pada buahnya tanaman adas juga bisa memberikan manfaat kesehatan pada bagian daunnya. Adapun penyakit- penyakit yang dapat disembuhkan oleh tanaman adas dari daunnya antara lain :
  • Daun adas bisa mengobati batuk
  • Mengatasi gangguan perut yang terasa kembung disertai kholik.
  • Meningkatkan daya penglihatan.

04 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

(Bromo 3) Savana yang indah

Savanah. Saya pikir tempat semacam ini hanya ada di Afrika sana. Ternyata di kawasan Bromo juga ada tempat semacam itu. Perjalanan dari kawah Bromo menuju Savanah dilalui kurleb 30 menitan. Tidak penunjuk jalan menuju sana. Jalananpun mengikuti insting supirnya.

Hanya orang suci yang tahu jalan menuju situ guyon saya yang disambut penjelasan supir bahwa tiap tahun jalan dan trek nya bisa saja berubah mengikuti perkembangan pasar modal eh, mengikuti gejala alam seperti angin. Namun mereka sudah tahu tanda-tanda yang tak berubahnya. dari situlah mereka mengenal jalan menuju Savanah. nah betul kan...

Dengan latar bukit teletubies
Setelah melalui jalan berliku-liku sampai juga di Savana. Sebuah padang rumput luas yang diapit dua cadas di dua bagiannya. Saya tidak tahu arah mana saja. Savanah Bromo juga bisa dicapai dari arah Pasuruan. Supir menunjukan trek dari Pasuruan. 

Bagi yang tidak ingin menginap di hotel biasanya akan menginap di Savanah ini. Namun jangan sendirian ya. soalnya kan sepii banget. masalah lain juga tidak ada WCnya lho. Jadi kalau mau buang hajat yang mesti pintar cari lokasi. 

Selain pemandangan padang rumput yang menarik, ada juga bukit teletubiesnya. beberapa gundukan bukit bulat dengan rumput yang menghijau memang mirip dengan rumahnya si Pingky, Po, Lala dan hmmm lupa yang satunya lagi.

Sempat saya buat status, kalau di savanah ini juga dipelihara banteng, singa dan kijang kayaknya akan seperti Afrika. Namun apa hewan-hewan itu kuat menahan dinginnya savanah yang bisa mendekati 0 derajat itu? lagian kalau ada singa gimana kita bisa menikmati savanah dengan nyaman... ya toh

29 September 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

(Bromo 2) Menikmati Kawah Bromo dan Gunung Batok

Puas menikmati Bromo Sunrise, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke kaki gunung bromo. Perjalanan sekitar 1 jam dari Puncak penanjakan dengan mengendarai Jeep yang biasanya disewakan satu paket antara Puncak Penanjakan dan kawah Bromo. Dengan melewati lautan pasir yang membentang sangat luas tentu saja perjalan ke kaki Gunung bromo sangat menyenangkan. 

Tiba di kaki gunung bromo (parkiran jeep), pengunjung masih melanjutkan perjalanan sekitar 2 km, bisa naik Jeep maupun dengan berjalan kaki dan dilanjutkan menapaki anak tangga yang berjumlah sekitar 250 an. 

Atau bisa berkuda! Saya milih berkuda aja. Kan sudah capek mencari sunrise di Penanjakan, pindah satu lokasi ke lokasi lainnya. Jadi Pakai kuda lebih nikmat. Banyak juga yang agak ketakutan menaiki kuda. 
Di sini masker berguna sekali untuk menjaga pernafasan dari terjangan debu yang luar biasa dan bau kotoran kuda yang hmmm merangsek bulu hidung.

Teh Dini dan anak putrinya hanya sampai di sekitaran tempat yang membentuk seperti sungai. Untuk masuk ke sana mesti melewati ceruk yang agak sempit dan menurun. Nah di situlah yang agak menggojlok adrenalin. 

Saya teruskan perjalanan naik kuda itu sampai dekat tangga sambil mengambil foto-foto turis yang berjalan kaki atau naik kuda dan mengambil beberapa Angle dari Gunung Batok.

Konon Gunung Batok terkait erat dengan legenda Joko Seger dan Rara Anteng. Nah Nama Tengger berasal dari gabungan nama Roro Anteng dan Joko Seger.

Roro Anteng dan Joko Seger adalah pasangan yang saling mencintai dan berupaya memadukan cintanya walau banyak yang menghadang cinta mereka. Dalam legenda masyarakat, Roro Anteng yang cantik bak puteri kahyangan sangat mencintai Joko Seger. Namun Ada tokoh lain yang juga berupaya merebut cinta Roro Anteng. Tokoh yang bernama Kyai Bima itu adalah dari bangsa raksasa yang sakti.

Saking kesengsemnya, Kyai Bima melamar Roro Anteng. Karena sudah mencintai Joko Seger dan tidak ingin bersuamikan seorang raksasa, Roro Anteng memberinya syarat yang berat yaitu membuat sebuah lautan yang sangat luas sebelum ayam berkokok.

Tanpa di duga Kyai Bima menyanggupinya. Dengan sekuat tenaga ia menggali gunung yang besar dengan tempurung. Sedikit demi sedikit mulai terciptalah bentuk dari lautan. 

Melihat Kyai Bima hampir berhasil, Roro Anteng merasa khawatir. Ia pun mengajak para pembantunya untuk menumbuk lesung sekeras mungkin agar ayam ayam terbangun berkokok.

Aksi Roro Anteng sukses. Mendengar kokokan ayam dan kicauan burung membuat Kyai Bima berhenti dan menyerah. Dia meninggalkan pekerjaannya dan melemparkan batok kelapa untuk menggali pasir. berdasarkan legenda itu, saat ini hamparan padang pasir di sekita Semeru dan Bromo disebut Segara Wedhi, sedang sumur besar untuk mengairi lautan pasir sekarang berwujud kawah Gunung Bromo. Batok yang dibuang Kyai Bima berwujud Gunung Batok.

Begitulah legenda yang ada tentang Gunung Batok itu dan tak lama kemudian sampailah saya di dekat tangga menuju kawah Gunung Bromo. Aiiih melihat terjalnya tangga itu, agak malas juga mendakinya. Namun hati betul-betul ingin menaikinya. Akhirnya sedikit demi sedikit didakilah tangga itu daaaaaan batre kamerapun habis. jiaaah.

Sesampainya di puncak Bromo, pengunjung dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap putih yang tebal dan tentu saja fenomenal karena jarang ada di Indonesia bahkan di dunia.

Selain menyaksikan keindahan panorama di kawasan Wisata Gunung Bromo – Semeru, Pada hari tertentu masyarakat suku tengger mengadakan upacara adat yang terkenal dengan Upacara Kesodo. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan di lemparkan ke kawah Gunung Bromo.

Waktu yang terbaik mengunjungi kawasan Wisata Bromo adalah pada saat musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober karena pengunjung bisa menikmati keindahan panorama gunung bromo dengan sempurna.

Setelah berfoto ria dengan latar belakang kawah dan Gunung Batok, saya turun kembali ke parkiran jeep. Hmmm ada panggilan alam yang tak bisa ditolak. untungnya sudah ada WC di sana. Cukup bayar 2000 dan panggilan alampun bisa dituntaskan. Perjalanan dilanjukan kemanaaaaa anak-anak? 

KE SAVANAH dan PASIR BERBISIK kata angin berbisik. Yuk ah.


10 Agustus 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tersihir Oleh Keindahan Bromo (Bromo I)

Raja Ampat? waaah... itu impian saya dan juga kebanyakan orang. Ketika Wisdy putra salah satu saudaraku posting di FB tentang Raja Ampat, saya memberi komentar, "ajak-ajak dooong". Beberapa hari setelah komentar itu, Kang Haji Iwan menelpon saya. Beliau bertanya apa memang saya serius mau ke Raja Ampat. Saya menjawab sangat serius. Sejak itu perjalananan kemudian diatur dan disepakati tanggal 4 Agustus akan ke tempat itu.

Ternyata takdir belum menyatukan kita, ceile... Tanggal 4 itu tiba-tiba saja di Raja ampat akan ada rombongan Presiden  untuk melaksanakan Sail Raja Ampat sehingga semua hotel diblokir untuk umum. karenanya jadwal mesti diatur lagi.

Karena tidak memungkinkan pengaturan jadwal, maka Kang Haji Iwan yang juga Direktur LIA Buah Batu, Metro dan Ujung Berung, menawarkan destinasi lain yaitu Bromo. Ah, saya juga tak bisa menolak ajakan itu. sudah sering saya baca keindahan Bromo dengan berbagai tempat indah lainya. Akhirnya tanggal 4 Agustus kami berangkat ke Bromo.

Tanggal 4 pagi hari, saya sudah menuju Stasiun kereta api Bandung. Kereta berangkat pukul 8. Kang Iwan dan keluarga sudah menunggu di sana. Jam 8 pas, kereta belum berangkat. telat hampir 15 menitan.

setelah kereta Argo Wilis berjalan, Kami membuka rencana perjalanan. Karena kereta tiba di Surabaya jam 9 malam, dan perjalanan menuju Bromo memakan waktu 2-3 jam. Artinya jam 12-an kami baru tiba di kawasan Bromo. Jam 2 dini hari kami harus berkemas lagi menuju Bromo. Akhirnya diputuskan,  menginap di hotel dekat Bromo akhirnya diurungkan. Tanggung ya, tidur di hotel hanya satu atau dua jam saja.

Kami beristirahat di salah satu rest area tak lama setelah keluar dari wilayah kota Surabaya. Setelah makan dan membereskan peralatan perjalanan dilanjutkan lagi. tak ada yang bisa dilihat malam itu. Pak Pardi yang bercerita tentang lumpur Lapindo dan berbagai cerita lainnya tak begitu terdengar, karena telinga sudah tidak bisa sepakat denga mata.

Jam 2 dini hari kami sudah tiba di Kampung Sukapura dan menunggu mobil yang akan membawa ke Penanjakan Bromo. Sambil bersiap dan menambah pakaian (di atas sana memang sangat dingin), kami ngobrol ngalor ngidul dengan Pak Pardi.

Kendaraan yang dipakai untuk sampai ke Penanjakan adalah mobil Toyota Hardtop 4 WD. menurut Pak Pardi hanya kendaraan jenis itu yang bisa menaklukan medan seperti di Gunung Bromo ini. Menurut Mas Nur, supir yang mengantar di area Bromo, jumlah mobil hardtop itu hampir 1000 unit.

Jam hampir menunjukan 3 dini hari, kami meneruskan perjalanan beriringan dengan mobil hardtop lainnya. Karena masih ngantuk maka kebanyakan kami tidur terantuk antuk digoyang-goyang oleh kendaraan. Di luar masih sangat gelap dan dingin sudah mulai menusuk-nusuk. Maklum saja kawasan ini berada pada ketinggian 2.392 dpl.

Gunung Bromo yang di apit oleh empat kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang, merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung ini Terkenal dengan kaldera atau lautan pasir, kawah yang eksotis, savana serta pemandangan matahari terbit yang sangat indah. Jangan lupa penduduknya sendiri merupakan keunikan tersendiri.

Untuk bisa masuk ke area kawasan wisata Bromo, kita bisa masuk melalui empat pintu masuk yaitu  Desa Cemorolawang (Probolinggo), Desa Wonokitri (Pasuruan), Desa Ngadas Tumpang ( Malang) dan Desa Burno (Lumajang).

Sebagai tujuan wisata favorit, Kawasan Wisata Gunung Bromo sudah di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, misal penginapan, hotel, homestay serta transportasi yang mudah di temukan untuk mengunjungi Gunung Bromo. Jadi bagi wisatawan tak perlu khawatir tentang hal itu.

Tujuan pertama yang betul betul menjadi kejaran orang adalah menikmati matahari terbit di ketinggian 2000 dpl itu. Selain yang memakai jeep, adapula yang menggunakan motor atau bahkan mendaki dengan berjalan kaki, dan tentu saja medannya pun tidak mudah.

Sesampainya di puncak penanjakan rasa lelah dan mengantuk pun jadi hilang. Kami bersiap untuk shalat shubuh. Saat mengambil air wudhu, tak tahan berlama-lama menyentuh air yang dinginnya menyengat dan menggigit tulang. Baru setelahnya kami berjalan menuju view point. Ternyat di atas sudah berjubel orang menanti matahari terbit itu. tempat-tempat strategis untuk foto sudah ditempati orang. Dalam kondisi seperti itu harus pandai bersabar dan menunggu giliran.

Ketika matahari mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur. sedikit demi sedikit, kegelapan mulai menghilang. suara berdecak kagum terdengar di sana sini. Indah. Memang indah.

Sinar kuning, oranye merah dan langit yang bergradasi warna dari kelabu menjadi oranye biru yang menimpa hamparan lautan pasir luas dan pemandangan latar belakang yang indah yaitu gunung Semeru, gunung Bromo dan Gunung Batok. Aliran kabut yang menutupi padang pasir Bromo dan kawasan sekita Gunung Batok membuat suasana menjadi sangat eksotis. Indah banget.

Cukup lama saya di situ, dan terpisah dengan rombongan kang H. Iwan yang entah di mana. Saya pindah dari satu tempat ke tempat lain. Naik pagar turun pagar. Naik ke atap dekat tower demi mengabadikan momen indah yang entah kapan bisa saya nikmati lagi.

Setelah agak puas (agak ya) saya berkeliling mencari keluarga Kang H. Iwan. Setelah yakin tidak ada saya turun dari View point dan menuju kendaraan. Ternyata Kang H. Iwan memang sudah turun dan menikmati secangkir minuman hangat dan makanan hangat. Ditemani minuman kopi dan teh, serta gorenganhangat yang di jual di sekitar puncak, menikmati indahnya pemandangan dan melihat gunung Arjuna di puncak penanjakan terasa sangat lengkap dan tak terlupakan.

Sempat juga bertemu dengan rombongan dari Cimahi Bandung, yang sudah empat kali datang ke Bromo. "tak pernah bosan menikmatinya" ujar mereka. Memang, saya setuju juga. Tak akan pernah bosan.

Setelah itu kami menuju jeep dan melanjutkan perjalanan menuju tempat eksotik lainnya. Dalam kondisi yang sudah terang seperti itu, barulah kami sadar bahwa perjalanan Penanjakan adalah perjalanan yang berbahaya. Tanjakan curam, belokan melingkar yang ekstrim. Di pinggir kanan dan kiri terdapat jurang curam. eeeh, untung saja pas naik kami sedang pada tidur.

Saat turun, ada juga mobil jeep yang terbalik. Rupanya remnya blong. Tak pelak kecelakaan itu membuat kemacetan. waduh, dalam kondisi di turunan yang curam seperti ini, kalau mobil kita remnya blong juga bisa-bisa jatuh ke jurang, demikian pikirku. Untung saja Mas Nur sangat berpengalaman mengendalikan mobilnya hingga sampailah kami ke kaki gunung Batok dengan selamat. Alhamdulillah.

    Blogger news

    Blogroll

    About