Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

20 November 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Resensi Buku Revolusi Dari Desa

Perjuangan menyeberangi sisi timur Sungai Mentarang di Rivan Melasu, Mentarang Hulu, Malinau, Kalimantan Utara (Dok. Antara)
Perjuangan menyeberangi sisi timur Sungai Mentarang di Rivan Melasu, Mentarang Hulu, Malinau, Kalimantan Utara (Dok. Antara)
Berita tentang ratusan warga Nunukan yang berpindah kewarganegaraan saat ini sedang ramai diperbincangkan.  Sebetulnya masalah ini merupakan masalah yang sudah sangat lama dan terkesan dibiarkan.  Daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Negara lain seperti dibiarkan terlunta-lunta. Sementara itu Negara tetangga menjadikan daerah perbatasan sebagai beranda rumah mereka dan itu membuat warga Negara Indonesia tertarik untuk bergabung ke dalamnya.
Jalan Menuju Cikadu Cianjur Selatan Jawa Barat (Dok Dewi Az Zahra)
Jalan Menuju Cikadu Cianjur Selatan Jawa Barat (Dok Dewi Az Zahra)
Akar dari permasalahan ini terletak pada pola pembangunan yang tidak merata. Salah seorang teman saya berseloroh, “Di Kalimantan ini sungainya sangat banyak dan lebar-lebar. Tapi sedikit sekali jembatannya. Sementara di Jakarta sungainya kecil-kecil dan sedikit tapi jembatanyya sangat banyak”. Karena ketidakmerataan pembangunan inilah kemudian beberapa wilayah menuntut agar porsi anggaran disesuaikan dengan kekayaan alam yang disedot dan dimonopoli oleh Pemerintah pusat. Tak sedikit pula yang meminta untuk memisahkan diri.
Ketimpangan  seperti ini pula yang digugat oleh Dr. Yansen TP. M.Si dalam bukunya yang berjudul Revolusi dari Desa. Dalam Pendahuluan, Yansen mengatakan, “Benar, kita kaya dengan alam dan sumber daya, tetapi di banyak tempat kondisinya masih memprihatinkan. Benar pula, negeri kita bertaburan dengan mutiara mutu manikam dan permata di mana-mana, tetapi sebagian masyarakat kita tetap miskin”.
Yansen menyoroti kegagalan pembangunan ini dari konsep dasarnya yang menjadikan rakyat sebagai bagian terlemah. Rakyat diletakan hanya sebagai obyek pembangunan yang bisa diotak-atik oleh elit pemerintah dengan berbagai kebijakan yang tak menyentuh.
Bupati Malinau Dr. Yansen (tengah). (malinau.go.id)
Bupati Malinau Dr. Yansen (tengah). (malinau.go.id)
Yansen mengatakan, “Kunci jawaban atas pertanyaan tersebut adalah perlunya pelibatan masyarakat dalam pembangunan. Bahkan pemerintah harus memberikan kepercayaan penuh kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Peran pemerintah daerah hanyalah membimbing, mengarahkan, sekaligus memberi dukungan penuh melalui segenap potensi sumber daya yang dimiliki, termasuk dalam hal dukungan dana. Biarkan masyarakat mengelolanya secara mandiri.” (hal 12).
Dengan berbasis pada keyakinan bahwa rakyat harus diajak membangun, maka Yansen menggulirkan GERDEMA. Gerdema adalah antithesis dari paradigma umum pembangunan yang selama ini dijalankan kebanyakan pemangku kebijakan.
Lewat GERDEMA Yansen mengajak untuk mengubah paradigma yang sepenuhnya percaya kepada masyarakat. Dengan mengajak masyarakat membangun, maka Semua elemen masyarakat dan pemangku kepentingan berkomitmen dengan penuh semangat bersamasama memberi yang terbaik dalam pembangunan desanya.
Lalu bagaimana hasil dari GERDEMA ini? Terjadi lonjakan-lonjakan kemakmuran yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.  Musa B Kepala Desa Pelita Kanaan Malinau memberikan testimony mengenai Gerdemanya Yansen, “Sejak pelaksanaan GERDEMA, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan yaitu Musrenbangdes cukup bagus. Masyarakat semangat untuk menyampaikan usulannya. Begitu pula dengan pelaksanaan kegiatan, masyarakat sudah banyak terlibat karena system pelaksanaannya secara swadaya masyarakat.”
Malinau berbatasan langsung dengan Malaysia (Wikipedia)
Malinau berbatasan langsung dengan Malaysia (Wikipedia)
Dari tabel yang disajikan dalam bukupun kita bisa membandingkan kondisi sebelum dan sesudah GERDEMA sebagai berikut:
Sebelum ada GERDEMA (Lihat tabel 1 hal 165).
a) Penghasilan rendah (Rp800 ribu/bulan)
b) Disiplin rendah (aparat jarang ngantor). Hanya aparat di kota saja yang aktif, sedangkan daerahpedalaman dan perbatasan, berkantor di rumah masingmasing.
c) Peralatan penunjang kerja masih seadanya. Hanya desa-desa di sekitar kota saja yang memiliki komputer.
d) Pelayanan masyarakat masih seadanya karena tidak didukung oleh penghasilan dan peralatan.
e) SDM aparatur masih minim karena frekuensi pelatihan yang masih terbatas (hanya dilakukan oleh BPMD
Setelah ada GERDEMA
a) Penghasilan cukup (Rp1,2juta/bulan belum termasuk honor penanggung jawab setiapkegiatan)
b) Terjadi peningkatan disiplin aparat (hasil monitoring dan evaluasi (MONEV) sebanyak 61,68% aparat desa aktif bekerja di kantor, sebanyak 38,32% aktivitas di kantor masih terbatas)
c) Peralatan penunjang kerja sudah memadai (kendaraan bermotor, ketinting, laptop, printer, AC, dll.) Semua desa telah didukung oleh computer dan printer serta kendaraan, baik motor maupun ketinting untuk mendukung kinerjanya.
d) Pelayanan masyarakat semakin baik karena didukung oleh penghasilan yang cukup dan peralatan yang memadai.
e) SDM aparatur semakin baik dengan seringnya dilaksanakan pelatihan, baik di kabupaten, kecamatan maupun desa (setiap tahun diadakan pelatihan untuk aparat desa, baik yang dilaksanakan Bappeda, BPMD, bagian keuangan, bagian hukum dan bagian Tapem).
Dr. Yansen saat nangkring bersama Kompasiana (Kompasiana)
Dr. Yansen saat nangkring bersama Kompasiana (Kompasiana)
Apa yang dilakukan Yansen di Malinau ini menjadi poin terkuat dari buku ini.  Yang dilakukannya bukanlah sekedar teori-teori pembangunan yang seringkali berhenti di meja-meja seminar saja. Isi buku ini bukan tentang karangan dan kenangan sebuah desa yang indah dan makmur, namun merupakan rekam jejak kegigihan Yansen dalam membumikan konsep pembangunan desa yang diyakininya.
Dr. Drs. Yansen Tipa Padan, M.Si yang akrab dipanggil Yansen TP lahir di Pa’ Upan, Krayan Selatan, 14 Januari 1960 ia merupakan bupati Malinau ke-2 yang dilantik pada tanggal 3 April 2011. Perjalanan karirnya sebagai birokrat sejak menjadi staf sekretariat DPRT Provinsi Kalimantan Timur hingga menjadi bupati di tahun 2011, merupakan rekam jejak yang cukup panjang dan juga gemilang.
Kemampuannya mempersuasi masyarakatpun pernah mengantarkannya menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malinau dengan tugas utama menenangkan berbagai gejolak di masyarakat yang sulit ditangani sejak tahun 1999–2000. Dia tekun merangkul semua pihak hingga akhirnyatercipta suasana yang damai. Keahlian Yansen TP., merangkul semua pihak itu terbukti dan teruji, karena sejak muda ia terbiasa aktif di berbagi organisasi kemasyarakatan, keagamaan,olahraga, adat, sosial dan pemuda.
Pada tahun 2002, Yansen dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Malinau. Sebagai pekerja keras berdisiplin tinggi, saat itu Yansen TP., menghantar Malinau sebagai satu-satunya kabupaten di Kalimantan yang meraih penghargaan dari Kemenkeu RI dalam bidang keuangan serta ekonomi.
Pendidikan menjadi salah satu kunci keberhasilan GERDEMA (http://beritakaltara.com)
Pendidikan menjadi salah satu kunci keberhasilan GERDEMA (http://beritakaltara.com)
Dengan rekam jejak dan hasil kerja yang baik di Malinau yang menjadi kekuatan utama buku ini, buku ini menutupi kelemahan buku ini seperti cover dan judul buku yang tidak begitu pas dengan isi dan beberapa typo yang tak terlalu mengganggu.
Sebagai adaptasi dari sebuah disertasi doktoral, buku ini berhasil menyajikan masalah yang menjadi problem pembangunan sekaligus tawaran untuk memperbaikinya. Bahasa yang dipakai dalam buku ini mengalir dengan lancar walaupun tak begitu renyah.  Perlu perenungan mendalam pada kebanyakan bab-nya serta banyak istilah berkaitan dengan kepemerintahan yang terkadang saya tak tahu kepanjangannya.
Akhirnya buku ini memang harus dibaca oleh para pemegang kebijakan, stakeholders, Pemerintahan Desa dan berbagai pihak yang ingin memahami dan belajar tentang bagaimana membangun desa secara tepat. Dengan mengikuti pola pikir dan spirit Dr. Yansen tentu saja kita bisa berharap bahwa berita mengenaskan dari desa seperti Nunukan akan semakin sedikit.
Revolusi dari Desa
Revolusi dari Desa
Judul : Revolusi Dari Desa
Seri : Ekonomi dan Bisnis
ISBN/EAN : 9786020250991 / 9786020250991
Pengarang : Dr. Yansen T.P. , M. Si
Penerbit : ELEX MEDIA
Tanggal Terbit : 15 Oktober 2014
Jumlah Halaman : 224
Dimensi : 150 x 230
Harga : Rp. 54.800,-

05 April 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Inilah Jalanku yang Lurus

Buku berjudul Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia (MMPSI) yang konon merupakan suara resmi MUI adalah buku kecil dengan dampak sistemik yang sangat besar. Disebut konon karena sampai saat ini pihak MUI secara resmi tidak pernah mengakui dan tidak pernah menolak. Disebut berdampak sistemik karena sejak dikeluarkannya, maka berjamuranlah diskusi-diskusi (atau diskusi-diskusian) untuk membedah buku itu. Sayangnya kebanyakan diskusi itu hanya bertujuan untuk mempersekusi madzhab Syiah (makanya saya sebut diskusi-diskusian). Tak banyak bedah buku MMPS yang menghadirkan narasumber kalangan tertuduh. Maka ketika terbit buku menjawab buku MMPS itu, saya senang sekali. Setidaknya kita akan mendapatkan tanggapan dan persepsi  dari pihak Syiah.

Buku Inilah Jalanku yang Lurus (IJyL) ditulis oleh Emilia Renita AZ (ERAZ) adalah klarifikasi atas tuduhan-tuduhan yang ditimpakan kepada Syiah. Seperti diketahui bahwa selain menerbitkan buku MMPS, MUI telah lebih dulu membuat 10 kriteria aliran sesat yang sering dijadikan senjata untuk menyerang kelompok lain. Padahal secara nyata 10 kriteria itu sendiri sangat mentah dan masih memerlukan penafsiran-penafsiran detil yang tak mudah. Jika tak dibarengi dengan penafsiran yang detil, maka akan muncul penghakiman sepihak seperti yang terjadi terhadap Syiah.

Dengan taktis buku ini menangkis fitnahan-fitnahan terhadap Syiah. Alur logikanya mengalir dengan lembut tanpa menghilangkan ketegasannya. Adanya snapshot memudahkan pembaca untuk melihat teks dari buku aslinya. Secara keseluruhan buku ini cukup renyah untuk dibaca, namun tetap tak bisa ditelan secara langsung. Pergumulan idenya harus dikunyah pelan-pelan, kemudian dicerna dengan mendalam dengan nalar yang sehat dan jauh dari prasangka.

Dari segi isi buku ini memang bukanlah baru. Sudah banyak buku sejenis menjawab syubhat terhadap syiah yang itu-itu saja sejak dulu. Makanya saya bisa membacanya dengan cepat. Syubhat tentang syiah memang hanya itu-itu saja, tak mengalami pergeseran mungkin itu sebabnya Syekh Jawad Mughniyah mengatakan, “Di dunia ini semua hal berubah kecuali kecaman terhadap Syiah. Semua ada ujungnya kecuali fitnah terhadap Syiah. Semua vonis harus berdasarkan bukti kecuali terhadap Syiah“.

Yang membuat istimewa, bukan hanya mengklarifikasi pandangan Syiah, buku ini bahkan bisa balik menampar MUI (dan menyentil Muhammadiyah). Dengan menggunakan 10 kriteria karet untuk mengidentifikasi golongan sesat, dengan telak buku IJyL yang katanya ditulis hanya tiga pekan, menunjukan bahwa MUI sendiri telah memenuhi 10 kriteria kesesatan. Nah lo…

Misalnya ketika membahas formula rukun iman dan Islam, ERAZ menyebutkan bahwa rukun Iman dan rukun Islam yang dikenal sekarang ini adalah hasil perumusan para ulama. Rasulullah sendiri tidak menentukan bahwa rukun iman dan islam itu mesti seperti yang dikenal sekarang. Formula rukun iman dan islam bersumber dari hadis ‘Umar bin Khattab. Sementara itu dari para sahabat lainnya, kita menyaksikan rukun-rukun Islam lainnya, selain yang lima tersebut, seperti termaktub dalam kitab-kitab hadis shahih. Bahkan pada awalnya, Nabi saw menyebutkan rukun Islam sebagai tanda-tanda keimanan. Setelah itu, para ulama mutakhir juga menambahkan dan mengurangi rukun Iman dan rukun Islam tadi. Mereka memasukkan jihad, amar makruf nahi munkar dan silaturahim ke dalamnya. Oleh karena itu jika ada perbedaan formulasi rukun iman dan islam tidak mesti menjadi kelompok sesat dan kafir.

Jika berbeda rukun iman dan rukun islam itu diartikan mengingkari rukun Iman dan rukun Islam seperti dirumuskan oleh penulis buku Panduan, maka sesatlah aliran yang dianut oleh al-Bukhari, Muslim, dari ulama salaf, dan juga Al-Syaikh Yahya bin ‘Abd al-Rahman, Profesor Sa’d bin Turki Al-Khatslan, ‘Abd al-Aziz bin ‘Abdillah bin Baz dan ulama khalaf lainnya. (hal 17-9).

Sementara itu mengenai kemaksuman para nabi, ERAZ dalam bukunya menjelaskan posisinya dan perbedaannya dengan yang diyakini oleh Muhammadiyah,

Pada Bab Jawaban untuk Muhammadiyah ERAZ menulis, Muhammadiyah meyakini Nabi Muhammad saw maksum, begitu juga Syiah. Bedanya, Syiah menganggap maksum dalam segala hal, Muhammadiyah tidak. Hal itu juga sekalian menjawab tudingan bahwa nabi Syiah berbeda dengan nabinya Sunni. Ya memang beda, beda sudut pandang saja.

Sebagai contoh, dalam kitab-kitab rujukan Muhammadiyah, seperti al-Bukhari 4484,dengan penjelasan dalam kitab-kitab tafsir, ada riwayat tentang Nabi saw yang mengikuti setan dan memasukkan ayat-ayat setan ke dalam al-Quran.

Dalam Shahih Bukhari juga dikisahkan dosa para Nabi alaihim al-salam. Ibrahim as berdusta tiga kali, dua karena Allah, satu karena selain Allah (Shahih Bukhari, hadis 3108,); Musa menonjok mata Malakal Maut sampai copot, karena Musa tidak mau mati (Shahih Bukhari3155); Musa memarahi batu karena membawa lari bajunya dan memukulnya tiga, empat, atau lima kali (Shahih Bukhari269); Sulaiman melakukan hubungan seksual dengan 70 orang perempuan dalam satu malam dengan mengabaikan nama Allah swt, sehingga hanya lahir seorang anak yang cacat (Shahih Bukhari 3171); Nabi Muhammad saw melaknat orang Islam yang tidak layak untuk dilaknat (Shahih Bukhari5884, Muslim 4705-4711)

Karena Muhammadiyah menerima kesahihan Bukhari tanpa syarat, pastilah Muhammadiyah tidak menganggap Nabi saw maksum, atau maksumnya sebagian saja, atau bagaimana? Hanya Muhammadiyah yang tahu. Adapun Syiah karena yakin bahwa semua Nabi maksum, Syiah segera menolak hadis-hadis tentang “Nabi bersalah atau lupa” tanpa syarat ! Sesatkah orang yang mengimani kemaksuman Nabi saw secara mutlak? Gugat ERAZ.

Apa yang dituduhkan oknum MUI di buku MMPS dan rumusan Muhammadiyah dapat dijawab dan dipertanggung jawabkan dengan taktis. Buku ini memang ditulis untuk menjawab buku dan rumusan yang dikeluarkan dua lembaga tersebut. jika akhirnya, seperti ditulis di buku IJyL “A Votre chose, a votre guise,” semua tergantung pada pilihannya dan setiap pilihan harus bisa dipertanggung jawabkan, maka menurut saya setiap pilihan mesti didialogkan dengan adil.

MUI yang mempunyai visi sebagai wadah silaturahim yang menggalang ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyyah, demi untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, damai, dan sejahtera dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai tugas mulia untuk mendamaikan dan meredam benih perpecahan bukan malah menjadi biang keladi permusuhan (karena ulah oknum yang hanya beberapa gelintir saja).

Muhammadiyah sebagai ormas besar di Indonesia kiranya bisa menjadi jangkar yang kokoh dalam menjaga persatuan Islam dan kaum muslimin dari upaya-upaya adu domba dan politik injak bambu. Mengangkat satu kelompok tapi menginjak kelompok yang lain.


Syiah –sebagaimana Sunni- yang diakui sebagai salah satu madzhab dalam Islam, telah memberikan sumbangan yang besar bagi perkembangan Islam di dunia juga bisa menjadi poin penting menuju persatuan ummat. 

22 Januari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Aplikasi perpustakaan android

Jika anda mempunyai banyak buku dan tersebar di mana-mana, susah untuk inventarisasi bahkan dipinjam oleh teman dan tak kembali, sepertinya ada baiknya melongok aplikasi android untuk membantu inventarisasi buku perpurtakaan anda. fungsi yang umum adalah fungsi inventarisasi buku, peminjaman dan lokasi.

Aplikasi ini yang saya pakai untuk membantu mengorganisir buku-buku saya. dari segi tampilan rak buku menurut saya menarik. Sayang kemampuan mengenal buku lewat searching ISBN dan barcode scanner tak begitu baik. Versi lite-nya hanya mengizinkan 15 buah buku saja.

Kemudahan yang saya rasakan adalah kemungkinan input data buku dari PC atau dari perangkat android yang kita miliki. Data buku kita akan tersimpan di data Home Library. Jadi tidak khawatir jika data di perangkat hilang. Tinggal masuk ke akun Home Library dan lakukan sinkronisasi.


Kemampuan input data dengan searching key word dari internet cukup bagus. namun karena tampilannya terkesan tak rapih maka tak menjadi pilihan saya.
Status yang open source memungkinkan untuk pengembangan yang lebih baik lagi.








Menurut saya kekurangan dari aplikasi ini adalah cara input data yang cukup bertele-tele. Untuk memasukan sebuah buku saja harus mengklik sampai 3 kali. padalah kalau menggunakan sistem sederhana saja aplikasi ini masuk dalam list saya.







Aplikasi ini mengelola file buku buku dalam book.google.com. Sayang untuk bisa menjadikannya sebagai book reader kita memerlukan aplikasi lainnya seperti aldiko, springpad atau kindle.

Aplikasi ini adalah bawaan dari Asus sl 101. Aplikasi ini tak cocok jadi pilihan untuk inventaris buku-buku. Kelebihannya adalah untuk menginventarisir buku digital dan file-file PDF.




5. Kindle
Aplikasi gratis ini menawarkan akses ke ebook gratis atau berbayar. Juga dapa disinkronisasi dengan perangkat linnya sehingga anda bisa membaca di manapun juga.
Sebaiknya aplikasi perpustaan anda juga dilengkapi dengan aplikasi Barcode Scanner yang akan berfungsi ketika aplikasi perpustakaan anda memiliki fungsi mencari buku dengan melacak barcode. 

Nah itulah beberapa aplikasi perpustakaan yang bisa membantu membereskan inventarisasi buku-buku berharga anda. salam 

30 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Kidung Angklung di Tanah Persia: Dan Garis Merahnya adalah Cinta

Kidung Angklung di Tanah Persia
Buku ini lahir dari perjalanan Kafilah budaya Indonesia yang diutus untuk mengisi acara Festival Kebudayaan Indonesia yang dirangkai dalam tema 1000 Tahun Hubungan Budaya Indonesia dan Iran. Rekam jejak hubungan Indonesia dan Iran memang panjang namun itu tidak membuat Indonesia dikenal oleh orang Iran. Banyak orang iran lebih mengenal Malaysia atau Thailand ketimbang Indonesia. Orang Iran kebanyakan justru mengira bahwa Indonesia berada di benua Afrika.

Boleh kita sebut salah satu teori kedatangan Islam ke tanah air adalah teori Persia yang mengatakan bahwa para pedagang (pendakwah) Persia lah yang membawa Islam ke Nusantara. Karena keluasan dan keluwesan dakwah mereka, maka Islam dapat menjadi sebuah akar dari budaya Nusantara. Betapa kuatnya pengaruh budaya Persia di Nusantara yang hingga saat ini masih dapat kita lihat baik dalam sastra ataupun perayaan-perayaan keagamaan.

Beberapa budaya yang berakar dari tanah kaum mullah itu seperti acara Tabuk yang merupakan prosesi khas dari Syiah yang berkembang di Iran. Acara Tabuik adalah peringatan Hari Assyura atau hari berkabung atas kematian Imam Hussein bin Ali as., cucu Nabi Muhammad SAW yang tewas di Padang Karbala pada 10 Muharam 61 Hijriah atau 680 Masehi. Orang jawa juga menyerap budaya ini dan menjadikan bulan Muharram sebagai bulan Syura (asyura). karena bulan ini merupakan bulan kesedihan, maka banyak pantangan yang diberlakukan untuk menghormati bulan ini. salah satunya adalah pantangan melakukan hajatan pernikahan atau upacara-upacara kegembiraan pada bulan ini.

Dari sisi bahasa, banyak kata yang diserap oleh bahasa Indonesia dan juga sunda (mungkin juga dalam bahasa daerah lainnya.”. Miftah bercerita tentang kawannya yang mencoba menulis kata serapan Sunda yang berasal dari bahasa Farsi (Persia). Ia mencatat banyak pengaruh Ppersia dalam budaya dan kosa kata sunda. Misalnya kata caiuntuk air. Di Iran artinya teh. Dud itu asap dan orang sunda menyebut ‘udud’ untuk merokok.  Orang sunda dan Iran menyebut kata abdas untuk wudhu. Dalam bahasa Persia, ab artinya air dan dast artinya tangan. Ada lagi astana untuk kuburan, anggur, bandar, haram jadah dan lain lain.
Dalam bukunya, Usmif menulis, “Tidak ada yang menghitung persis sejak peristiwa yang mana, tapi kelihatannya judul itu pas di telinga. Nisan-nisan bertulisakan tulisan farsi itu memang berumur 1000 tahunan, tapi itu kan dipahatkan ketika para bangsawan itu meninggal dunia. Mereka sudah hadir di Nusantara jauh sebelumnya. Tradisi Syiah dan kecintaan pada Ahlul Bait yang menyertainya dapat ditemukan di Nusantara, di mana mana”.

Ya… tradisi Cinta adalah garis merah yang saya dapatkan dari buku ini. Kecintaan pada Nabi dan Tanah Air. Ada peristiwa yang membuat saya menitikan air mata. Iran pernah dihebohkan oleh tiga orang yang mengikat janji persaudaraan.Tiga orang sahabat yang baru saja beranjak remaja berkumis tipis tanpa cambang di muka. Mereka adalah Ali Siraj, Mutaba Sa’idi dan Ahmad Mukhtari. Ketiganya berasal dari tempat yang berbeda dan Tuhan mempertemukan mereka di garis depan pertempuran. Ini bunyi surat persaudaraan mereka, “Duhai Tuhanku, tiga hamba-Mu ini, Ali, Mujtaba dan Ahmad, dengan ini bersaksi dan mengikat janji. SIapapun di antara kami bertiga beroleh derajat tinggi mati mulia maka di hari kiamat ia akan memberi syafaat pada dua saudaranya ini. Dan di hadapan-Mu dia akan memohon agar dosa keduanya dihapuskan. dalam nama-Mu Tuhan, sebaik-baiknya, awal pekerjaan. alirkan bagi kami mata air kebaikan.” kemudian surat itu ditandatangani bersama.

Siapakah yang kemudian beroleh syahadah? Siapakah yang berbahagia memberikan syafaat kepada kedua saudaranya? tak seorangpun. bukan karena tiada yang syahid melainkan karena ketiganya justru gugur bersama di medan juang Semuanya syahid sesuai impian. Tuhan antarkan mereka bergabung dengan barisan para pejuang. Para pencinta mati mulia itu tahu benar apa yang mereka cari di dunia. Seperti kisah-kisah ketulusan sahabat Nabi di berbagai medan laga. Mati bukan masalah waktu. Ia masalah cara.

Momen lain yang membuat saya menitikan air mata adalah  ketika kumandang angklung mengalun merdu mengapit indonesia raya bergaung anggun dan berwibawa di Milad Tower. Miftah menggambarkannya dengan dramatis namun tak bermaksud melebih-lebihkan. Sebuah momen yang sangat mengharukan.  I know i did. (untuk merasakan keharuannya, silahkan baca bukunya).

Selain momen-momen mengharukan, seperti kata pengantar dari Atase Budaya Republik Islam Iran, buku ini memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakan iran, ia juga memperkenalkan budaya Iran untuk para pembaca Indonesia (menurut kabar, buku ini juga sedang dalam proses terjemah ke bahasa Persia). Oleh karenanya banyak hal yang belum diketahui tentang Iran, bisa didapatkan dari buku ini.

Akhirnya Seperti kata Rumi
Cinta mengubah kepahitan menjadi manis
tanah dan tembaga menjadi emas
yang keruh menjadi jernih
si pesakitan menjadi sembuh
penjara menjadi taman
derita menjadi nikmat
kekerasan menjadi kasih sayang

06 Juli 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Marhaban Ya Ramadhan

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Fajruddin Muchtar
Ramadhan adalah bulan mulia. setiap muslim akan menantinya dengan penuh harap. ada yang sudah mempersiapkan dirinya mulai dari rajab dan sya'ban sehingga memasuki gerbang ramadhan mereka telah suci dan siap untuk menyantap hidangan ruhani dari sang kekasih. buku ini memberikan panduan tentang berbagai amalah yang mungkin dilakukan dalam rangka menyambut bulan penuh kemuliaan.
isi:
1. amalan bulan rajab
2. doa, shalat dan ziarah yang dilakukan di bulan rajab
3. amalan bulan sya'ban
4. doa-doa bulan sya'ban
5. amalan lengkap bulan ramadhan
6. doa-doa harian ramadhan (30 hari)

    Blogger news

    Blogroll

    About