“Hanya di ketinggian pegunungan saya dapat bahagia!” kata itu tentu
saja diucapkan seorang petualang tulen bukan diucapkan oleh petualang
kebetulan atau karena tidak ada pekerjaan lain. Petualangannya membawa
jauh ke Hindia Belanda, Di tanah jawa. Surga bagi segala hasratnya.
“Betapa senangnya, betapa mudahnya hati ini tersentuh saat berada di
atas gunung, sementara angin berhembus sepoi menerpa pohon kasuarina
dan bintang berkelip menembus atap gubuk hijau tipis. Tiada genting
yang menghalangi kita dari tatapan langit yang ramah. Tiada tembok
gelap yang menyesakkan kita. Di sini kkta bernafas lega dan bebas.”
(Junghuhn di atas Gunung Kawi, 1844).