Kemudian dia bertemu dengan seorang ulama besar, Kwajah Nashiruddin Thusi (1200-1273 M).kepada At Thusi, Khulagu meminta gelar kehormatan seperti yang dimiliki para khalifah dinasti Abbasiyah. setelah berpikir keras, maka Ath Thusi berkata "mulai sekarang gelarmu adalah Wal 'Iyadzu Billah (dan aku berlindung kepada Allah dari kejahatan pemilik gelar ini)
Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan
28 Februari 2011
Kemudian dia bertemu dengan seorang ulama besar, Kwajah Nashiruddin Thusi (1200-1273 M).kepada At Thusi, Khulagu meminta gelar kehormatan seperti yang dimiliki para khalifah dinasti Abbasiyah. setelah berpikir keras, maka Ath Thusi berkata "mulai sekarang gelarmu adalah Wal 'Iyadzu Billah (dan aku berlindung kepada Allah dari kejahatan pemilik gelar ini)
09 Oktober 2010
REPUBLIKA.CO.ID, Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?'' Para sahabat pun menjawab, "Ya, Rasulullah, orang yang bangkrut adalah mereka yang tidak lagi mempunyai uang dan harta.''
"Bukan itu," jawab Rasulullah. "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun, mereka suka mencuri, menjelek-jelekkan orang lain, suka memakan harta orang lain (korupsi), menumpahkan darah, dan memukul orang lain tanpa hak.''
"Bukan itu," jawab Rasulullah. "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun, mereka suka mencuri, menjelek-jelekkan orang lain, suka memakan harta orang lain (korupsi), menumpahkan darah, dan memukul orang lain tanpa hak.''
08 Oktober 2010
REPUBLIKA.CO.ID,Seorang anak masuk jeruji besi lantaran terlibat narkoba. Sementara itu, anak yang lain terpaksa dinikahkan dini dan putus sekolah karena terlalu jauh menjalin hubungan dengan lawan jenis. Banyak kasus memalukan dan memilukan yang menimpa anak-anak kita. Hampir di semua wilayah Indonesia, kasus serupa itu berserak dan sudah menjadi hal lumrah. Padahal, peristiwa itu jauh dari akhlak Islam.
Hendaknya kita malu dan merasa berdosa dengan kasus-kasus yang tak jauh dari pandangan mata itu. Bukankah malu itu sebagian dari iman? Lalu, apa sebenarnya yang terjadi?
Hendaknya kita malu dan merasa berdosa dengan kasus-kasus yang tak jauh dari pandangan mata itu. Bukankah malu itu sebagian dari iman? Lalu, apa sebenarnya yang terjadi?
Langganan:
Postingan (Atom)