Oleh : Fajr Muchtar
“Jangan Meninggalkan Apapun kecuali jejak. Jangan mengambil apapun kecuali kenangan. Jangan memetik apapun kecuali hikmah dari Setiap Perjalanan” (anonim)
Saya termasuk penyuka sejarah, tapi parah dalam menghapal tahun-tahun.
Buku serius pertama yang saya baca sampai habis adalah biografi
Syafruddin Prawiranegara. Saat membacanya, saya terhanyut dalam
peristiwa-peristiwa yang dialami Syafrudin. Untung sekali pada waktu SMP
guru saya bisa memelihara kesukaan saya pada sejarah. Setelah beliau
tak mengajar sejarah lagi, pelajaran sejarah menjadi membosankan.
Apalagi zaman PSPB (Pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa) harus
diajarkan. Uuuh, enek banget mempelajarinya.
“Jangan Meninggalkan Apapun kecuali jejak. Jangan mengambil apapun kecuali kenangan. Jangan memetik apapun kecuali hikmah dari Setiap Perjalanan” (anonim)
Diajar Di Ci Tarum - dok pribadi