Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

28 Januari 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Kisah dari Alexander Macedonia

(1) Kunci pemerintahan
Alexander ditanya tentang rahasia keberhasilannya dalam pemerintahan, "Bagaimana dalam umur yang masih sangat muda dan baru menginjak remaja, namun bisa menguasai dan mengedalikan pemerintahannya?"
Alexander menjawab, "Dengan musuh aku berlemah lembut sehingga kuku permusuhan tercabut dari hati mereka, dan kepada teman aku tebarkan kasih sayang sehingga persahabatan akan semakin kokoh"

(2). Warisan Manusia
Suatu hari Alexander duduk santai bersama para komandannya. Salah satu komandannya berkata, "Semoga Tuhan memberikan berkatnya kepada Tuan dalam bentuk pemerintahan yang luas. Semoga engkau juga bisa mengawini banyak wanita dan memiliki banyak keturunan sehingga bisa menjadi kenangan buat dunia"
Alexander berkata, "Kenang-kenangan dan warisan manusia yang agung bukanlah keluarganya, akan tetapi cara memerintah yang baik serta akhlak yang terpuji yang akan dikenang masyarakat"

(Diterjemahkan dari Qesheha ye Jami)

16 Juli 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Harga Kecintaan pada Ahlulbait as

Seseorang datang mengeluh pada Imam Ali as.
Ia mengadu karena kemiskinannya. Imam menjawab: “Tidak, kamu orang kaya.”
Ia bertanya: “Bagaimana mungkin Ya Imam, sedang aku tidak punya apa-apa”.
Imam(as) berkata: “Kecintaanmu kepada kami Ahlul Bait(as). Maukah kau tukar cintamu dengan seratus dirham?”
Ia menjawab: “Tidak ya Imam.”. “Seribu Dirham?”.
“Tidak ya Imam…”.
“Sepuluh ribu dirham…?”.
“Tidak akan pernah Ya Imam…”.
Imam tersenyum dan berkata: “Lalu, bagaimana mungkin kau berkata kau tidak punya apa-apa ??”.
-Ya Allah Ya Rasul Allah,takkan kami tukar kecintaan ini dengan apa pun hingga akhir hayat kami

19 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pujian dan Salawat Sebelum Berdoa

Suatu hari Nabi Muhammad Saw pergi ke masjid dan melihat ada seorang yang memasuki masjid. Setelah melaksanakan salat, orang itu mengangkat tangannya dan mulai berdoa.
Nabi Saw berkata, "Hamba Allah ini terlalu tergesa-gesa saat berdoa kepada Allah. Ia berdoa sebelum memuji Allah."
Setelah itu ada seorang lagi yang memasuki masjid. Ia melaksanakan salat dua rakaat. Setelah itu ia memuji Allah dan setelah itu menyampaikan salawat kepada Nabi dan keluarganya lalu berdoa.
Nabi Saw menerima caranya berdoa dan berkata kepadanya, "Mintalah kepada Allah, niscaya permintaanmu terkabulkan."
Dalam riwayat lain disebutkan setelah menyebutkan kisah di atas disebutkan Imam Shadiq as berkata, "Tertera dalam kitab Ali as. ‘Sebelum berdoa hendaknya memuji Allah dan bersalawat. Sebagaimana kalian ketika menghadap seseorang dan punya keperluan kepadanya, maka orang itu akan senang sekali mendengarkan ucapan yang baik dan indah."[1] (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)
Sumber: Dastanha-ye Usul Kafi, Mohammad Mohammadi Eshtehardi, 1371Hs, jilid 1.
Baca juga:
Kisah Ushul Kafi: Tiga Golongan yang Doanya Tidak Dikabulkan
Kisah Ushul Kafi: Syarat Dikabulkannya Doa
[1] . Bab at-Tsana Qabl ad-Du'a, jilid 2, hal 485-486, hadis 6 dan 7.

10 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

600 ribu kalimat

600.000 Kalimat. Pesan Rasulullah kepada Syaidina Ali.
Rasulullah saw bersabda: “Wahai Ali, apakah engkau menginginkan 600 ribu kambing, atau 600 ribu dinar atau 600 ribu kalimat?" Imam Ali (ra) menjawab: "Wahai Rasulullah saw aku menginginkan 600 ribu kalimat."
Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Wahai Ali, aku meringkas 600 ribu kalimat itu ke dalam 6 kalimat:
1. Jika engkau melihat manusia berlomba-lomba mengerjakan yang bukan kewajibannya, maka sibukkan dirimu dengan menyempurnakan kewajibanmu.
2. Jika engkau melihat manusia berlomba-lomba dalam urusan dunia, maka sibukkan dirimu dengan urusan akhirat.
3. Jika engkau melihat manusia sibuk mengurusi aib orang lain, maka sibukkan dirimu untuk mengurusi aibmu sendiri.
4. Jika engkau melihat manusia sibuk menghias dunianya, maka sibukkan diri menghias akhiratmu.
5. Jika engkau melihat manusia sibuk memperbanyak amal, maka sibukkan dirimu untuk membersihkan dan mengikhlaskan amal.
6. Jika engkau melihat manusia sibuk menjadikan makhluk sebagai perantaranya, maka sibukkan diri untuk menjadikan Allah sebagai wasilahmu."
(Al-Mawâ’izh Al-‘Adadiyyah, bab 6, pasal 4, hadis 1)

01 Maret 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Saya Hanya Ingin Dicatat dalam Sejarah

Nabi Yusuf as yang memiliki keelokan wajah yang tak ada tandingannya telah dibawa ke Mesir dan didagangkan di pasar budak.

Para pembeli yang tak mengetahui jati diri Nabi Yusuf sangat tertarik dengan keelokan dan bagusnya fisik Yusuf. Mereka berlomba-lomba menawarkan harga yang sangat mahal untuk membelinya.

Pedagang budak yang membawa Yusuf dengan budak lainnya, mematok harga yang sangat-sangat tinggi untuk Yusuf. Namun harga yang sangat tinggi itu tak memadamkan hasrat pembeli untuk membeli Yusuf. Seperti sebuah barang di pasar lelang, harganya melambung dari detik demi detik.

Pedagang budak akhirnya mematok harga akhir. Harganya adalah misyk sebanyak lima kali berat badan yusuf. Misyk adalah sejenis minyak wangi yang pada saat itu merupakan komoditas elite lagi sangat mahal. Komoditas ini tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Hanya pedagang dan orang sangat kaya saja yang punya. Apalagi lima kali berat badan Yusuf? Pedagang budak dengan cerdik memanfaatkan situasi. Dia ingin mendapatkan keuntungan sangat berlipat dari pasar Mesir yang hingar bingar.

Mendengar harga Yusuf yang sangat di luar perkiraan menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pembeli. Timbullah sas sus di sana sini. mereka mengatakan bahwa pedagang budak tak hendak menjual Yusuf kepada mereka.

"Harga ini tidak rasional!" kata sebagian besar pedagang.
"Memang kenapa?" Tanya yang lain.
"Pedagang budak itu ingin mengambil keuntungan yang sangat banyak dari pembeli. ini zalim" kata yang lainnya menimpali.
"Ya... jual beli yang sangat aneh" kata mereka penuh ketidak puasan.
"Tapi, aku betul-betul menginginkan Yusuf" kata seorang pedagang, tak bisa menyembunyikan hasrat sekaligus kekecewaannya.

Tiba-tiba saja, di tengah sas sus dan ketidakpuasan pembeli, seorang wanita tua berdiri dan maju ke tengah tempat penawaran. Orang yang tahu siapa wanita itu merasa heran dan takjub.Wanita itu hanyalah seorang pembuat tikar biasa. Harga Yusuf yang sampai di langit ke tujuh tentu akan membuat wanita itu pingsan tujuh turunan.

Sambil membawa tikar murah yang dibuatnya sendiri wanita itu maju ke tengah tempat pelelangan. Dia berkata, "Tikar ini saya sendiri yang membuatnya. Dengan tikar ini, saya ingin membeli Yusuf".

Sejenak keheningan menguasai tempat jual beli itu disusul suara tertawa yang sangat keras seakan meruntuhkan tempat itu. Suara tawa menggelegar kemudian disusul suara cemoohan atas tawaran si wanita tua itu.

"Kamu sudah gila?" Kata pedagang budak, "Permata seindah ini dengan apa kau tawar?" lanjutnya.

"Saya tahu harga sesungguhnya dari pemuda itu" Timpal si wanita tua "Kalian harus tahu tujuan saya sebenarnya"

"Ketahuilah, saya lakukan ini agar nanti semua orang tahu seorang wanita tua ini pernah ikut menawar harga Yusuf. Saya hanya ingin dicatat dalam sejarah. Bagi saya hal itu sudah sangat cukup"

26 Februari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tolong usir lalat-lalat ini

Suatu hari seorang raja melintas padang pasir. di tengah padang pasir, dan panas yang menyengat raja melihat seseorang sedang berteduh di bawah rerimbunan pohon.

Raja melihat bahwa orang yang berteduh itu membutuhkan pertolongan maka dia mendekat ke tempat berteduh. Setelah tiba di dekatnya raja berkata dengan sedikit angkuh, "Aku adalah pemilik tahta kerajaan dan penguasa daerah ini. Jika punya kebutuhan, minta saja padaku dan aku akan membawanya untukmu"

sambil tak mengubah duduknya orang tersebut berkata, "Wahai tuan raja yang hidup dalam gelimang harta dan kenikmatan, dengan kekuasaan yang engkau miliki tolong usir lalat-lalat yang sangat menggangguku ini!"

Raja terkesiap mendengar permintaan orang itu. Dilihatnya memang banyak lalat mengerubunginya. Tapi raja pun tak bisa berbuat apa-apa. Raja lalu berkata, "Pekerjaan itu sangat sulit. Lalat-lalat itu tak mungkin mendengarkan perintahku."

Mendengar pengakuan raja, orang itu lalu berdiri dan berkata, "Kalau begitu silahkan tinggalkan saya. Terhadap seekor lalat saja engkau tak punya kuasa, bagaimana mungkin engkau dengan sombong mengakui sebagai pemilik tahta dan penguasa daerah in?"

Orang itu melanjutkan, "Saya dan anda tidak berada di bawah duli siapapun. Oleh karena itu segala jenis keangkuhan dan kesombongan hendaknya dijauhi" (kisah dari Attar)

14 Februari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mereka yang diundang Tuhan (2) Kisah Adrian

Pemuda kedua yang ingin saya ceritakan bernama Adrian. sebagaimana telah saya tulis dalam bagian pertama seri mereka yang diundang tuhan ini, bahwa Adrian dengan Cecep bekerja di karaoke yang sama. Hidupnya pun tak begitu jauh beda. Sebelas dua belas lah.Yang membuat sama dan menarik adalah ketika niat mereka mendapat hadiah langsung dari Allah.

Ketika umroh dia adalah seorang muallaf, baru masuk islam (Secara pribadi saya memperkirakan bahwa dia sudah lama mengaku muslim tapi masih muslim label saja. Mungkin saja -ini asumsi saya saja- dia sudah muslim tapi tak mengerjakan kewajiban-kewajiban muslimnya dan malahan suka mabuk. Sebab jika bukan muslim maka dia tak akan masuk dalam undian umroh). Pokonya begitulah ceritanya.

Dia sendiri sudah jengah dengan kehidupannya yang tak baik, sampai pada puncaknya dia betul-betul bersumpah untuk menjadi seorang muslim yang baik. bener-bener muslim bukan sekedar label saja. Hal itu diniatkan sehari sebelum pengundian umroh dilakukan

Allah sepertinya sengaja mengundangnya. Beberapa jam saja setelah dia betul-betul menetapkan hati menjadi seorang muslim yang baik dia mendapat undangan umroh. Dari hasil undian di tempatnya bekerja, namanya keluar sebagai karyawan yang diberangkatkan umroh.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mereka yang diundang Tuhan (1) Kisah Cecep

Dalam umroh kemarin (04-14 Februari 2014) saya dipertemukan dengan dua pemuda dengan pengalaman spiritual menarik.

Dua pemuda ini memang menarik. umurnya sekitar 20-23 tahunan. Bekerja di tempat karaoke yang sama. Dua duanya punya pengalaman menarik mengapa mereka bisa umroh.

Pemuda pertama bernama Cecep, hidup dalam keluarga yang tak harmonis. Dia sendiri menyebut kehidupan keluarga ibu dan bapaknya adala sebuah tragedi. Bapaknya menduakan ibunya dan lebih memilih seorang wanita non muslim. Ibunya tak menerima dan meminta cerai. Dari pernikahan bapaknya Cecep punya dua orang adik. Sayang hubungan Cecep dengan keluarga baru bapaknya tak begitu baik ketika ibu bapaknya memutuskan bercerai. Ibunya memutuskan untuk pindah ke Banjaran. Di sana ibunya memulai hidup dari awal dan bekerja keras membanting tulang.

Dari kehidupan yang tak begitu membahagiakan membuat Cecep seperti kehilangan pegangan. Hidupnya dipenuhi dengan hura-hura, nongkrong dan mabuk-mabukan. terlebih setelah dia bekerja di karaoke. Makin menjadilah ulahnya. 

Bertahun-tahun lamanya hidup seperti itu membosankan dirinya. Mulailah dia bertekad memperbaiki dirinya. Namun halangan besar datang dari teman-temannya yang selalu mengajak mabuk. Dia akhirnya mencari alasan. Kepada teman-temannya Cecep selalu mengaku lagi puasa kala diajak mabuk. Untuk sementara langkahnya berhasil. Namun toh tak akan bisa selalu puasa. Saat tak sedang puasa, dia masih terbawa oleh ajakan teman-temannya. Namun hatinya memberontak. Antara keinginan memperbaiki diri dengan mengikuti ajakan teman-temannya.

Cecep mencoba terus bertahan dan berdoa agar diberi pertolongan oleh Allah, Rabbul Izzah. Saat itu dari kantor sudah ada rumor akan ada dua karyawan yang akan diberangkatkan umroh berdasar undian. Seperti orang lain, Cecep tentu saja berharap bisa umroh walau pesimis bahwa orang sekotor dirinya akan bisa mendapat undangan dari Nabi terkasih berziarah kepadanya dan mengunjungi baitullah. Di selipan keraguannya, Cecep sempat bernazar akan berpuasa selama di Madinah dan Mekah jika bisa mendapatkan undian itu.

Nazarnya terdengar sampai ke arasy Ilahi. Undian pertama jatuh atas namanya. Udangan lainnya jatuh pada temannya bernama Adrian. Sungguh dia tak bisa mempercayainya. Tuhan Mengundangnya? Ya, rupanya Tuhan menginginkan agar Cecep menggenapkan nazarnya. Dia mengundangnya untuk berziarah kepada Rasulullah dan Baitullah. Selama di Madinah dan Mekah, Cecep selalu puasa menepati janji yang dia buat kepada Allah. 

Suatu pagi di Mekah, dia berkata, "saya sudah mantap untuk terus menjadi baik" lalu dia bercerita perjalanan mendaki Gunung Cahaya. "Di Gua Hira Jabal Nur tempat Rasulullah menyepi saya mendapat sesuatu yang saya cari" katanya. "Dapat apa?" tanya saya. "Selain ketenangan, saya mendapat sesuatu yang hanya akan menjadi milik saya" katanya enggan bercerita. ". "dapat apa sih?" desakku. "Ndak akan saya ceritakan" katanya. "Biar jadi pengalaman batin saya saja. Pokoknya saya sudah mantap". Saya tak berusaha mengejarnya. 










28 Januari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

(Miracle of Love) Aku tak rela Rasulullah tertusuk duri sekalipun

“Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan shalat dua rakaat.” ujar Khubaib bin Ady sesaat sebelum dia disalib. Orang-orang Quraisy mengijinkannya. Khubaib shalat dua rakaat yang singkat. Khubaib berkata, “Demi Allah, seandainya kalian tidak mengira bahwa aku mengulur-ulur waktu pembunuhanku, niscaya aku akan memperbanyak shalat.” Setelah itupun dia disalib.

Khubaib bin Adi berasal dari dari Bani Aus dan penghulu orang Anshar. DIa beriman pada Allah dan Rasul-Nya sejak Bait Aqabah. Ia sering bolak-balik kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam sejak beliau hijrah kepada. Dia sSeorang yang berjiwa bersih, bersifat terbuka, beriman teguh dan berhati mulia.

Kepahlawanan Khubaib dikenal saat perang Badar. Dia berhasil membunuh salah seorang pemimpin Quraisy yang bernama al-Harits bin’Amir bin Naufal. Setelah pertempuran selesai dan sisa-sisa pasukan Quraisy ke Mekah, Bani Harits mengukir kenangan tentang pembunuh yangmenewaskan bapak mereka. Mereka menghafalkan dengan baik nama orang Islam yang telah menewaskan ayah mereka dalam pertempuran itu ialah Khubaib bin ‘Adiy.

Oleh karenanya ketika mereka mendengar orang-orang Quraisy menangkap orang yang  bernama Khubaib bin Ady dalam sebuah operasi penjebakan sangat gembira. Dendam lama yang belum terbalas menggelegak mencari jalan keluarnya. 

Khubaib bin Ady tertangkap bersama dengan Zaib bin Datsinah yang merupakan sisa dari delegasi yang dikirim Rasulullah untuk kabilah Udal dan Qarah. Kabilah itu meminta mubaligh yang bisa mengajarkan tentang Islam. Rasulullah mengutus 10 sahabat  yang dipimpin oleh Ashim bin Tsabit. 

Ternyata permintaan mubalig itu adalah tipuan belaka. Di suatu tempat antara Usfan dan Makkah, kelompok kecil ini dijebak oleh sekitar 100 pemanah dari Bani Lihyan. Ashim segera memerintahkan teman-temannya agar segera berlindung ke sebuah bukit kecil di sekitar daerah tersebut. Pertempuran rombongan mubaligh dengan pasukan Bani Lihyan terjadi dengan sengi. Pasukan Bani Lihyan itu pun menyerang kelompok kecil itu dan berhasil membunuh Ashim dan enam sahabat lain, hingga tinggallah Khubaib bin Adi, Zaid bin Datsinah dan Murtsid bin Abi Murtsid. Pasukan Bani Lihyan menahan ketiganya. Namun Murtsid bin Abi Murtssit kemudian memberontak sambil berteriak, "Ini adalah pengkhianatan pertama!" serunya sambil berusaha melawan. Ia pun syahid. Ya. itulah pengkhianatan dan tipuan yang dilakukan oleh kelompok Quraisy terhadap Rasulullah.

Khubaib dan Zaid dibawa ke Makkah dan dijual sebagai budak. Khubaib dibeli oleh Bani Harits maka jadilah Khubaib bulan-bulanan seluruh anggota Al-Harits. Setiap hari sahabat Anshar yang dikenal bersifat bersih, pemaaf, teguh keimanan dan taat beribadah ini harus menerima siksaan. Dalam masa ini, Khubaib pernah memberi kejutan. Bani Harits terheran-heran karena Khubaib masih biassantai dan tenang-tenang memakan buah anggur. Padahal buah tersebut sedang tidak musim di Makkah dan Khubaib pun diikat tangannya dengan rantai besi.

Bani Harits mencoba untuk meruntuhkan keimanan dan kecintaanya pada Rasulullah dengean menakut-nakuti Khubaib. Diceritakan kepadanya bahwa saudara sekaligus sahabatnya, Zaid yang juga dibeli keluarga Makkah lainnya, telah dieksekusi. Ia telah dibunuh dengan cara ditusuk tombak dari lubang dubur hingga tembus ke dadanya!

Berita kejam nan sadis ini tidak berhasil membuat hati Khubaib ketakutan apalagi berpaling dari keimanan dan kecintaannya pada Rasullullah. Justru hal itu membuat dirinya lebih pasrah terhadap ketentuan-Nya. Tak tahan dengan ketegaran KHubaib, akhirnya keluarga Al-Harits pun memutuskan untuk segera mengeksekusi tawanan yang tegar itu.

Sebelum dieksekusi itulah Khubaib melaksanakan shalatnya. Setelah shalat dia mengucapkan sebuah syair.

Mati bagiku tak menjadi masalah
Asalkan dalam ridha dan rahmat Allah
Dengan jalan apa pun kematian itu terjadi
Asalkan kerinduan kepada-Nya terpenuhi
Kuberserah kepada-Nya
Sesuai dengan takdir dan kehendak-Nya
 
Pasukan pemanah telah bersiap. Khubaib disalib pada sebuah tiang. Lalu tanpa sedikit pun rasa belas kasih, pasukan pemanah menghujaninya dengan anak panah. Dalam keadaan sekarat, Abu Sufyan menghampirinya dan berkata, "Sukakah engkau bila Muhammad menggantikanmu sementara kau sehat wal afiat bersama keluargamu?"

"Demi Allah," jawab Khubaib, "Tak sudi aku bersama anak istriku selamat menikmati kesenangan dunia, sementara Rasulullah terkena musibah walau oleh sepotong duri!"

Abu Sufyan geleng-geleng kepala sambil berkata, "Demi Allah, belum pernah aku melihat manusia yang sangat mencintai sahabatnya, seperti halnya sahabat-sahabat Muhammad terhadap Muhammad."

Maka tanpa ampun lagi, pedang sang algojo pun menghabisi Khubaib. Namun sebelum ruhnya meninggalkan raga, Khubaib sempat berucap, "Ya Allah, kami telah menyampaikan tugas dari Rasul-Mu, maka mohon disampaikan pula kepadanya esok, tindakan orang-orang itu terhadap kami."

"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya)" Al Ahzab : 23


08 Februari 2012

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

DOA KA INDUNG JEUNG KA BAPA - LAGU SUNDA ( ALBUM POP ETNIK RELIGI ISLAMI )




lagu yang manis dan lembut... tak bosan mendengarnya

08 Oktober 2010

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Kisah Seruling Bambu (Matsnawi)

Dikisahkan, seruling dan kecapi yang menawan telinga kita
Nadanya berasal dari perputaran angkasa;
Namun Iman, yang melampaui lompatan spekulasi,
Dapat mengerti merdunya setiap suara yang tak serasi.

Kami, yang bagian dari Adam, bersamanya mendengarkan
Nyanyian para Malaikat dan Muqarrabin.
Meski tumpul dan menyedihakan, ingatan kami
Masih menyimpan gema alunan nada surgawi.

Oh, musik adalah hidangan bagi para pencinta,
Musik ’kan melambungkan jiwa ke dunia Sana.
Bara berpijar, api abadi pun kian berkobar:
Sembari menikmati dengan suka-ria kami pun dengar.

Puisi Oleh: Jalaluddin Rumi, Mas IV. 733

16 Agustus 2010

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Syukur H. Mutahar




Lagu syukur H. Mutahar

16 Januari 2009

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Naik Ojeg bisa meningkatkan imanmu




Apa yang bisa meningkatkan keimanan kita? Jika anda di Mekah, akan saya jawab : naiklah ojeg, maka keimanan anda akan meningkat. Apa sebab? Ya. Karena cara menjalankannya luar biasa serampangan. Asal (menurut saya) maju dengan kecepatan tinggi. Semasih ada celah untuk masuk, motor akan terus melaju. Dia hanya akan berhenti ketika tidak ada celah masuk sama sekali atau sudah sampai tujuan. Ojeg Indonesia mah lewat. Cara menjalankan seperti itulah yang akan membuat kita istighfar terus terusan sampai kaki kita menginjak bumi kembali.

Keberadaan ojeg ini sendiri saya pikir baru dua tahunan ini saja. Karena tahun 2006 saya haji tidak menemukan ojeg semacam ini. Mungkin orang Mekah juga mulai berpikir menambang uang dari jemaah haji yang luar biasa banyaknya. Yang biasa mangkal di daerah depan Harampun cukup banyak.

Berbicara tentang penghasilan. Sebutlah Muhammad bisa mendapatkan 100-hingga 300 real dalam semalam. Pendapatan ini akan meningkat pada tanggal 10-14 dzulhijjah. Saat itu memang padat-padatnya orang dan kendaraan. Pokoknya dijamin macet. Solusi paling mudah jika ingin cepat sampai tujuan adalah ojeg-ojeg ini, tapi dengan harga yang mencekik dompet. Bisa naik berlipat-lipat. Bayangkan saja, pada tanggal itu, mobil yang biasanya Cuma 15 real ke daerah aziziah ada yang minta sampai 100 real. Minimalnya 50 real.

Akhirnya malam tanggal 14 dzulhijjah ketika saya punya janji dengan seorang teman di Aziziah, saya dapat karunia naik ojeg Mekah dengan harga 35 REAL !!!. (kalau dikurs ke 3000 rupiah maka saya membayarnya 105.000 RUPIAH!!!) padahal jaraknya Cuma 6 km-an.

Demi janji dan karena sudah capek nawar taksi yang mau 25 real, kesempatan naik ojeg gila pun saya pergunakan. Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah, selama naik ojek itu saya ucapkan. Seakan mewakili suara duniawi saya, gusti saya ndak mau mati naik ojek di Mekah. Sekali waktu kami berpapasan dengan mobil container yang besar dan di samping ada bis yang juga melaju kencang. Hanya ada celah kecil. Menurut saya ndak mungkin lewat. Tapi…. Wush…. Ojeg itu melaju kencang serasa tanpa dosa. Hanya jarak beberapa centi antara kulitku dan dua mobil besar itu. Mata saya tutup, hati deg-degan menciut luar biasa, lutut gemetaran. Sampai turun di Mesjid bin Baz tidak habis istigfar dan gemetarku.

Nah kawan, jika anda di Mekah dan ingin “meningkatkan” kualitas iman, naiklah ojeg.

24 Juni 2007

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Akhirul Kalam

Ini cerita tentang haji di tahun 2006. ini adalah perjalanan haji saya yang ke 3. haji pertama saya lakukan ketika studi di Iran, haji kedua tahun 2004 dan haji ke tiga tahun 2006. banyak orang menyarankan kalau haji itu cukup satu kali saja. namun kerinduan akan baitulllah dan Rasulullah selalu menyedot hati para alumni haji. bahkan bagi sebagian orang, kerinduan orang yang sudah melaksanakan haji dua kali lebih besar dibandingkan yang akan berangkat. awalnya sih tidak begitu percaya tapi seperti itulah adanya.
pada tahun 2006 ini saya mendampingi Bapak KH. Muchtar Adam yang membawa jemaah sebanyak 53 orang. Jumlah yang sangat banyak bagi saya. terlebih jika melihat karakter masing-masing yang unik dan satu sama lain berbeda. perbedaan karakter inilah yang biasanya menyebabkan pertengkaran para jemaah haji. oleh karena itu setiap jemaah sudah diingatkan sejak di Indonesia untuk saling lapang hati terhadap saudaranya.
Nah, diantara jemaah tersebutlah seorang ustad yang ahli dalam bidang seni baca Al Qur'an dan Qiraah Sab'ah. keberadaan beliau sangat membantu program Babussalam dalam membina para haji untuk membaca Al Qur'an.
setiap hari beliau mengadakan program tadarusan bagi jemaah yang hendak melancarkan bacaan Al Qur'annya. ternyata yang ikut program itu bukan hanya dari rombongan Babussalam. dari rombongan lainpun banyak yang mengikuti. sehingga beliau ini termasuk jemaah yang cukup dikenal jemaah lain.
Sebagai ustad beliau juga dipercaya oleh jemaah dalam urusan tawar menawar. Perlu diketahui bahwa jemaah indonesia termasuk jemaah yang royal dalam berbelanja tapi juga sering dicap pelit oleh pedagang di Saudi. Dulu tidak ada istilah tawar menawar dalam jual beli di saudi. jika mereka sudah mengatakan satu harga, maka tidak ada lagi jalan untuk  menawar. tapi rupanya pembeli dari indonesia dengan gaya tawar menawarnya yang dahsyat memberikan warna baru di Pasar Seng atau tempat-tempat belanja lainnya. saat ini kegiatan tawar menawar sudah merupakan hal yang lumrah di sana.
kebiasaan orang saudi jika harga sudah betul-betul mentok akan mengatakan akhir kalam (harga akhir). jika pedagang sudah mengatakan seperti itu sebaiknya tidak usah menawar lagi. jika anda berkenan silahkan ambil jika tidak jangan menawar lagi. lebih baik tinggalkan saja.
Dalam kegiatan tawar menawar inilah kepercayaan diberikan kepada ustad tersebut. Khalas, Akhirul Kalam khamsah riyal atau asyrah riyal demikian dia berucap setiap kali menawar. kata-kata itu diucapkan setiap disuruh menawar. karena seringya dia mengatakan hal itu sampai sampai teman-temannya menggelarinya dengan Haji Akhirul Kalam.

    Blogger news

    Blogroll

    About